Dalam studi teks asli Perjanjian Baru (bahasa Yunani Kuno), ada perbedaan jelas antara kata yang menggambarkan "jatuh dalam dosa secara temporal" dengan "murtad total" (meninggalkan, menyangkal, atau membuang iman secara permanen).
Kata-kata Yunani seperti aphistēmi (menjauhkan diri/berpaling), parapiptō (jatuh sepenuhnya), nauageō (karam/kandas), dan arneomai (menyangkal) digunakan oleh para penulis Perjanjian Baru untuk menggambarkan kondisi murtad total ini alias kehilangan keselamatan.
Berikut adalah 20 ayat Perjanjian Baru yang merujuk pada kondisi murtad total, walaupun sudah lahir baru, disesuaikan dengan makna teks aslinya:
(1) 1 Timotius 4:1
"Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, beberapa orang akan murtad dari iman..."
Teks Asli: apostēsontai (dari kata aphistēmi). Kata ini secara harfiah berarti memisahkan diri, memberontak, atau melakukan pembelotan total dari posisi iman semula.
(2) Ibrani 3:12
"Waspadalah, hai saudara-saudara, supaya di antara kamu jangan ada yang berhati jahat dan yang tidak percaya oleh karena ia murtad dari Allah yang hidup."
Teks Asli: apostēnai (dari kata aphistēmi). Penulis Ibrani memperingatkan orang percaya agar tidak mengalami kebebalan hati yang berujung pada tindakan meninggalkan Allah secara permanen.
(3) Lukas 8:13
"Yang jatuh di tanah yang berbatu-batu itu ialah orang-orang, yang setelah mendengar firman itu, menerimanya dengan gembira, tetapi mereka ini tidak berakar, mereka percaya sebentar saja dan dalam masa pencobaan mereka murtad."
Teks Asli: aphistantai (dari aphistēmi). Yesus menggambarkan orang yang sempat "percaya", namun ketika tekanan datang, mereka menarik diri dan melepaskan iman mereka sepenuhnya.
(4) Ibrani 6:4-6
"Sebab mereka yang pernah diterangi hatinya... namun yang murtad lagi, tidak mungkin diperbaharui sekali lagi supaya mereka bertobat..."
Teks Asli: parapesontas (dari kata parapiptō). Artinya jatuh ke samping, tersesat secara fatal, atau murtad total. Teks ini menekankan kondisi mutlak di mana seseorang berpaling dari satu-satunya jalan keselamatan.
(5) 1 Timotius 1:19
"Beberapa orang telah menolak hati nurani yang murni itu, dan karena itu kandaslah iman mereka."
Teks Asli: enauagēsan (dari kata nauageō — secara harfiah berarti "karam kapal"). Iman mereka bukan sekadar bocor atau rusak sementara, melainkan hancur total seperti kapal yang pecah menabrak karang.
(6) Galatia 5:4
"Kamu lepas dari Kristus, kamu yang mengharapkan kebenaran oleh hukum Taurat; kamu hidup di luar kasih karunia."
Teks Asli: exepesate (dari kata ekpipteō). Arti harfiahnya adalah jatuh dari, terlepas, atau kehilangan pegangan. Paulus menegaskan bahwa beralih dari salib Kristus ke legalisme Taurat berarti memutuskan hubungan keselamatan dengan Kristus.
(7) 2 Petrus 2:20
"Sebab jika mereka, oleh pengenalan mereka akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus, telah melepaskan diri dari kecemaran dunia, tetapi belakangan tertangkap lagi di dalamnya dan dikalahkan, maka akhir hidup mereka lebih buruk dari pada permulaannya."
Teks Asli: hettōntai (dikalahkan/dijadikan budak kembali). Konteksnya adalah orang yang sudah mengenal Kristus, namun berbalik arah dan membiarkan diri mereka dikuasai kembali oleh dunia secara permanen.
(8) 2 Petrus 2:21
"Adalah lebih baik bagi mereka, jika mereka tidak pernah mengenal Jalan Kebenaran itu daripada berpaling dari perintah kudus yang telah disampaikan kepada mereka."
Teks Asli: hypostrepsai (berbalik arah/mundur total). Menggambarkan pembalikan arah yang disengaja dari jalan keselamatan kembali ke jalan kebinasaan.
(9) Ibrani 10:38
"Tetapi orang-Ku yang benar akan hidup oleh iman, dan apabila ia mengundurkan diri, Aku tidak berkenan kepadanya."
Teks Asli: hyposteilētai (dari kata hypostellō). Artinya menarik diri karena takut atau ciut. Ayat berikutnya (ayat 39) memperjelas bahwa pengunduran diri ini berujung pada apōleian (kebinasaan total).
(10) 2 Timotius 2:12
"Jika kita bertekun, kita pun akan ikut memerintah dengan Dia; jika kita menyangkal Dia, Dia pun akan menyangkal kita."
Teks Asli: arnēsometha (dari kata arneomai). Menyangkal di sini bukan sekadar kekhilafan sesaat (seperti Petrus yang kemudian bertobat), melainkan penolakan resmi dan final terhadap Kristus.
(11) 2 Petrus 2:1
"Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka..."
Teks Asli: arnoumenoi (menyangkal/menolak otoritas). Ayat ini menunjukkan subjeknya adalah orang-orang yang status awalnya telah ditebus (agorasantas), namun akhirnya menolak Penciptanya sendiri.
(12) Matius 24:10
"Dan banyak orang akan murtad dan mereka akan saling menyerahkan dan saling membenci."
Teks Asli: skandalisthesontai (dari kata skandalizō). Dalam konteks eskatologis (akhir zaman), kata ini merujuk pada orang-orang yang tersandung begitu parah hingga jatuh sepenuhnya dari iman karena tekanan masa kesukaran.
(13) 1 Timotius 6:10
"Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman..."
Teks Asli: apeplanēthēsan (dari kata apoplanaō). Artinya tersesat menjauh atau dipimpin keluar dari jalur. Fokusnya adalah perpindahan posisi dari "di dalam iman" menjadi "di luar iman."
(14) 1 Timotius 5:15
"Karena sama seperti beberapa orang janda yang telah menyimpang mengikuti Iblis."
Teks Asli: exetrapesan (dari kata ektrepō). Berarti berbelok keluar dari jalan yang benar. Teks ini sangat eksplisit: subjek berpaling dari Kristus untuk menjadi pengikut Setan.
(15) Ibrani 10:26
"Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, setelah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu."
Teks Asli: heousiōs hamartanontōn. Dalam teologi surat Ibrani, "sengaja berbuat dosa" setelah menerima kebenaran bukanlah dosa moralitas sehari-hari, melainkan dosa penolakan sengaja terhadap pengorbanan Kristus (murtad), yang diperjelas di ayat 29 sebagai tindakan "menginjak-injak Anak Allah."
(16) Yohanes 15:6
"Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar."
Teks Asli: eblēthē exō (dilemparkan ke luar). Ini menggambarkan pemutusan hubungan total yang bersifat yuridis dan final dari Pokok Anggur (Kristus), yang berakhir pada penghukuman kekal (dibakar).
(17) 2 Petrus 3:17
"Waspadalah, supaya kamu jangan terseret oleh kesesatan orang-orang yang tak mengenal hukum, dan jatuh dari pendirianmu yang teguh."
Teks Asli: ekpesēte (jatuh/runtuh dari posisi semula). Petrus memperingatkan jemaat agar stabilitas iman mereka tidak runtuh total akibat pengaruh pengajar sesat.
(18) 1 Timotius 5:12
"Dengan demikian mereka mendatangkan hukuman atas dirinya, karena mereka telah membuang kesetiaan mereka yang semula."
Teks Asli: ēthetēsan (dari kata atheteō). Artinya menolak, membatalkan, atau menyatakan tidak sah. Mereka secara sadar membatalkan ikatan janji setia iman yang pernah mereka buat dengan Kristus.
(19) Ibrani 12:15
"Jagalah supaya jangan ada seorang pun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah..."
Teks Asli: ysterōn (dari kata ystereō). Artinya kekurangan, gagal mencapai, atau tertinggal di belakang. Konteksnya adalah kegagalan total untuk bertahan di dalam lingkup keselamatan Allah.
(20) 2 Timotius 4:10
"Karena Demas telah meninggalkan aku, karena ia mencintai dunia ini..."
Teks Asli: egkatelipen (dari kata egkataleipō). Artinya meninggalkan sepenuhnya dalam kondisi kekurangan atau menelantarkan. Kasus Demas adalah contoh historis di Perjanjian Baru tentang seseorang yang awalnya rekan sekerja Paulus, namun memilih murtad total karena cintanya pada sistem dunia sekuler.
Mengurangi Kewaspadaan Iman
Ketika seseorang diyakinkan bahwa keselamatan mereka terkunci secara absolut tanpa kaitan dengan respons hidup mereka selanjutnya, ada kecenderungan manusiawi untuk menurunkan standar penjagaan diri.
Tanpa adanya kesadaran akan risiko kehilangan keselamatan, dorongan untuk berjaga-jaga dalam iman bisa melemah.
Matius 26:41: "Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah.
1 Petrus 5:8: "Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya."
Rasul Petrus mengingatkan kepada Jemaat (Kristen lahir baru) untuk berjaga-jaga dalam iman karena ada resiko bagi mereka yang tidak waspada dan keluar dari iman, maka Kristen lahir baru tersebut sudah berada diluar perlindungan Tuhan dan bisa ditelan (binasa).
Awan (Andreas Hermawan)
