"Mereka berasal dari antara kita, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita..." - 1 Yohanes 2:19
"...dan kamu tidak perlu diajar oleh orang lain. Tetapi sebagaimana urapan-Nya mengajar kamu tentang segala sesuatu..." - 1 Yohanes 2:27
Untuk bisa memahami 2 ayat diatas, saya mengajak Anda untuk membaca pelan-pelan 1 Yohanes 2:18-28.
Ada ketegangan teologis di kalangan Kristen antara kedaulatan Allah dan tanggung jawab manusia (hukum tabur-tuai rohani) dalam surat ini.
- Di ayat 19 ada yang memahami bahwa orang Kristen yang bisa murtad itu sebenarnya dari awal memang bukan Kristen sejati.
- Di ayat 27 ada yang memahami bahwa Kristen sejati tidak perlu diajari lagi karena Roh Kudus yang akan mengajari langsung.
Mari kita bedah teks asli Yunani untuk mengonfirmasi dan memperdalam makna asli dari ayat 19 dan 27...
(1) Ayat 19: Karakteristik Orang Kristen Palsu
"Mereka berasal dari antara kita, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita..."
Secara tata bahasa Yunani, ayat ini menggunakan struktur kalimat Conditional Sentences Type 2 (Contrary to Fact):
...εἰ γὰρ ἐξ ἡμῶν ἦσαν, μεμενήκεισαν ἂν μεθ’ ἡμῶν... (Jika mereka memang berasal dari kita [faktanya tidak], mereka pasti akan tetap tinggal bersama kita [faktanya mereka pergi]).
Konfirmasi Eksgesis:
Ayat 19 ini bukan sebuah doktrin umum bahwa "semua orang Kristen yang murtad pasti dari awal adalah palsu." Rasul Yohanes sedang berbicara secara spesifik tentang kelompok antikristus (para penyesat Gnostik yang memisahkan diri). Kepergian mereka membuktikan bahwa sejak awal mereka tidak pernah menerima kebenaran apostolik yang sejati. Ayat ini tidak bisa dijadikan alat pukul rata untuk menghakimi setiap orang yang mengalami kemunduran iman.
(2) Ayat 24 dan 28: Syarat untuk "Tetap Tinggal" (Menō)
Kata kunci yang muncul berulang kali di sini adalah μένω (menō), yang berarti tetap tinggal, tinggal terus, atau melekat.
- Ayat 24: Menggunakan kata sambung kondisional ἐὰν (ean - jika/apabila) diikuti bentuk subjungtif (meinē).
"Jika apa yang telah kamu dengar dari mulanya itu tetap tinggal di dalam kamu, maka kamu juga akan tetap tinggal di dalam Anak dan di dalam Bapa."
- Ayat 28: Menggunakan kalimat perintah atau imperatif: μένετε ἐν αὐτῷ (menete en autō - tinggallah di dalam Dia!).
Konfirmasi Eksegesis:
Jika seorang Kristen sejati otomatis pasti bertahan tanpa usaha apa pun, maka kalimat kondisional ("jika kamu tetap tinggal") dan perintah ("tinggallah!") menjadi tidak masuk akal. Yohanes memberikan peringatan ini karena ada bahaya nyata bahwa orang Kristen asli pun bisa terseret oleh ajaran sesat jika mereka tidak menjaga apa yang telah mereka dengar dari awal. Ini menunjukkan adanya respons aktif yang dituntut dari orang percaya.
(3) Ayat 27: Urapan (Chrisma) dan Fungsi Pengajar
"...dan kamu tidak perlu diajar oleh orang lain. Tetapi sebagaimana urapan-Nya mengajar kamu tentang segala sesuatu..."
Frasa "tidak perlu diajar oleh orang lain" (οὐ χρείαν ἔχετε ἵνα τις διδάσκῃ ὑμᾶς) sering kali disalahpahami oleh kelompok ekstrem tertentu untuk menolak otoritas gereja atau guru-guru jemaat.
Konfirmasi Eksegesis:
- Konteks Historis: Yohanes sedang menyindir para guru palsu (Gnostik) yang mengklaim memiliki "pengetahuan rahasia" tingkat tinggi yang tidak dimiliki jemaat biasa. Yohanes menegaskan bahwa jemaat tidak butuh "pengajaran baru" atau "rahasia esoteris" dari luar.
- Fungsi Urapan (Chrisma): Urapan di sini merujuk pada Roh Kudus yang memeteraikan kebenaran Injil yang sudah mereka terima. Roh Kudus berfungsi sebagai validator internal.
- Logika Internal: Jika teks ini diartikan bahwa orang Kristen sama sekali tidak butuh pengajar manusia, maka surat 1 Yohanes ini sendiri menjadi kontradiktif, karena Yohanes sendiri sedang mengajar mereka lewat surat tersebut!
Disamping itu di Efesus 4:11 dengan jelas mencatat bahwa Kristus memberikan karunia berupa rasul, nabi, pemberita Injil, gembala, dan pengajar. Roh Kudus mengajar orang percaya melalui firman-Nya yang disampaikan oleh para pengajar yang setia, bukan secara mistis tanpa sarana apa pun.
Jadi sudah jelas ya arti aslinya jika kita telusuri dengan bahasa asli dan baca lengkap dari ayat 18-28?
Awan (Andreas Hermawan)
