Buktikan Jika Yesus Pernah Berkata, "Aku adalah Allah, Sembahlah Aku"!


Artikel ini dirancang untuk menjawab tantangan skeptis berikut: "Sebutkan satu ayat di mana Yesus berkata 'Aku adalah Allah, sembahlah Aku'!" 

Tantangan ini sering kali didasarkan pada kesalahpahaman orang lain tentang cara Tuhan menyatakan diri (progresif) dan konteks budaya Yahudi pada masa itu.

Kalau kita memakai logika yang sama dengan mereka yang memberikan tantangan ini, ini berarti kita juga bisa beri tantangan balik kepada mereka demikian: "Sebutkan di Alkitab dimana Yesus berkata, 'Aku hanya nabi, jangan sembah aku'".

Kenyataannya adalah, di Alkitab, ada beberapa ayat yang menceritakan momen dimana Yesus mengklaim dirinya Allah dan juga tidak menolak disembah seperti Allah.

Ayo, saya ajak Anda untuk melihatnya...

​1. Klaim Langsung Yesus dalam Kitab Injil

​Yesus menggunakan gelar dan identitas yang secara eksklusif hanya milik Yahweh (Tuhan) di Perjanjian Lama.

​(a) Yohanes 8:58 – Klaim Nama Kekal ("AKU ADALAH")

​Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada."

Dalam bahasa Yunani (teks asli Perjanjian Baru), Yesus menggunakan frasa "Ego Eimi" (I Am). Ini merujuk langsung pada penampakan Tuhan kepada Musa di semak belukar (Keluaran 3:14). Reaksi orang Yahudi? Mereka mengambil batu untuk melempari-Nya karena mereka tahu Yesus sedang mengaku sebagai Allah.


​(b) Yohanes 10:30 – Kesatuan Esensi

​"Aku dan Bapa adalah satu."

Yesus tidak mengatakan mereka adalah pribadi yang sama, tetapi memiliki hakikat/substansi yang sama. Sekali lagi, orang Yahudi menjawab: "Bukan karena suatu pekerjaan baik kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia, menjadikan diri-Mu sama dengan Allah." (Ayat 33).

Mungkin ini bagi Anda terkesan bahwa Tuhannya Kristen ada 3, tapi itu salah karena Tuhan orang Kristen hanya ada 1. Untuk membantu memahami hal ini, Anda bisa membaca artikel tentang Trinitas DI SINI.


​(c) Yohanes 14:9 – Representasi Sempurna

​Kata Yesus kepadanya: "...Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa..."

Jadi jika Anda ingin tahu seperti apa Allah Bapa jika berwujud fisik, cukup melihat Yesus.


2. Klaim Yesus dalam Kitab Wahyu

​Klaim-klaim sebelumnya adalah yang diucapkan Yesus turun menjadi manusia. Nah, klaimnya lebih dahsyat lagi saat Dia kembali ke Surga sebagai Allah. Di kitab Wahyu, Yesus menyatakan diri-Nya dengan gelar yang paling absolut.

​Wahyu 1:17-18:

​"...Jangan takut! Aku adalah Yang Terawal dan Yang Terakhir, dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya..."

Gelar "Yang Terawal dan Yang Terakhir" adalah gelar eksklusif untuk Tuhan (Yahweh) dalam Yesaya 44:6.

​Wahyu 22:12-13:

​"Sesungguhnya Aku datang segera... Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir."

Tidak ada nabi yang berani mengklaim dirinya adalah Yang Awal dan Yang Akhir (dari segalanya). Jika Yesus hanya nabi, berarti Dia adalah nabi yang kurang ajar atau tidak tahu diri, yang berani memberi dirinya sendiri gelar yang hanya layak disandang oleh Tuhan.


​3. Klaim Melalui Otoritas Ilahi

​Hanya Allah yang memiliki otoritas atas hukum Taurat, dosa, dan maut. Yesus mengklaim ketiganya:

  • Mengampuni Dosa (Markus 2:5-7): Saat Yesus menyembuhkan orang lumpuh, Ia berkata, "Dosamu sudah diampuni." Ahli Taurat benar saat berpikir: "Siapa yang dapat mengampuni dosa selain Allah sendiri?" Yesus tidak membantah mereka, Ia justru membuktikan otoritas-Nya.
  • Hakim atas Seluruh Dunia (Matius 25:31-32): Yesus mengklaim bahwa Dialah yang akan duduk di takhta kemuliaan dan menghakimi semua bangsa—peran yang di Perjanjian Lama hanya milik Tuhan.


​4. Yesus Menerima Penyembahan (Worship)

​Jika Yesus bukan Allah, maka menerima penyembahan adalah dosa syirik/hujat. Namun, Yesus tidak pernah menolak saat disembah.

​Yohanes 20:28: Tomas berkata kepada-Nya: "Ya Tuhanku dan Allahku!" Yesus tidak menegur Tomas, melainkan memberkatinya karena telah percaya.

​Matius 14:33: Murid-murid di perahu menyembah-Nya setelah Ia meredakan badai.

​Bandingkan dengan Malaikat atau Rasul: Saat Petrus disembah, ia menolak (Kisah Para Rasul 10:25-26). Saat malaikat disembah oleh Yohanes, malaikat itu melarangnya (Wahyu 22:8-9). Hanya Yesus yang menerima penyembahan.


5. Klaim Dialah Jalan, Kebenaran & Hidup

Dalam Yohanes 14:6, Yesus memberikan klaim yang para nabi tidak akan berani mengatakannya, yaitu "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku."

Dalam tradisi kenabian, seorang nabi berfungsi sebagai "penunjuk jalan". Tapi Yesus lebih dari itu karena Dia adalah Jalan itu sendiri.

Para nabi mengajak semua orang kepada kebenaran karena mereka bukanlah kebenaran itu sendiri. Yesus berbeda lagi karena Yesuslah kebenaran itu sendiri.

Para nabi bukanlah sumber hidup. Tapi Yesus lebih dari itu karena Dia adalah hidup atau sumber hidup itu sendiri.

​Jika seseorang membaca Alkitab secara keseluruhan, klaim Yesus bahwa Ia adalah Allah sangatlah jelas, bahkan bagi musuh-musuh-Nya pada zaman itu yang akhirnya menyalibkan-Nya justru karena klaim tersebut.

Jadi bagaimana, apakah Anda sudah paham sekarang?

Awan (Andreas Hermawan)



Komentar

Postingan Populer