Materi Belajar Alkitab: Salib, Bagian 2
"Jika dosa hanya bisa hilang dengan salib Kristus, tapi kenapa di beberapa kejadian Yesus berkata kepada beberapa orang bahwa dosanya diampuni? Bukankah ini berarti pengampunan dosa juga bisa lewat kata-kata saja?"
Pertanyaan Anda sangat kritis dan cerdas. Ini menyentuh salah satu perdebatan paling menarik di kalangan ahli Taurat pada zaman Yesus: "Siapakah yang dapat mengampuni dosa selain dari Allah sendiri?" (Markus 2:7).
Singkatnya: Yesus bisa mengampuni dosa lewat kata-kata-Nya justru karena Ia adalah Allah yang sedang dalam perjalanan menuju salib. Kata-kata pengampunan-Nya bukan sekadar ucapan kosong, melainkan sebuah "cek" yang Ia bayar lunas dengan nyawa-Nya kemudian.
Berikut penjelasan alkitabiahnya:
1. Bukti Otoritas Ke-Allahan-Nya
Ketika Yesus berkata, "Dosamu diampuni," Ia sedang menunjukkan identitas-Nya. Di mata orang Yahudi, dosa adalah pelanggaran terhadap Allah, maka hanya Allah yang berhak mengampuni. Dengan mengampuni dosa, Yesus menyatakan bahwa Ia adalah Allah yang turun ke dunia.
Markus 2:10-11 (TB) "Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa" --berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu--: "Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!"
Yesus menyembuhkan kelumpuhan orang itu sebagai bukti fisik bahwa perkataan-Nya tentang pengampunan dosa (yang tidak terlihat) adalah nyata dan berkuasa.
2. Pengampunan Itu "Berhutang" pada Salib
Pengampunan yang Yesus berikan melalui kata-kata-Nya saat Ia masih melayani di bumi tidaklah "gratis". Pengampunan itu didasarkan pada pengorbanan yang akan Ia lakukan di kayu salib.
Dalam pandangan Allah yang kekal (tidak dibatasi waktu), pengorbanan Yesus sudah ditetapkan sebelum dunia dijadikan. Jadi, darah Yesus mengalir secara "surut" (ke belakang) untuk orang-orang di Perjanjian Lama dan orang-orang yang Ia ampuni secara langsung, serta mengalir "maju" (ke depan) untuk kita sekarang.
Ibrani 9:22 menegaskan prinsip hukum Allah: "Tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan."
Jika Yesus hanya mengampuni dengan kata-kata tanpa mati di salib, maka keadilan Allah tidak terpenuhi. Salib adalah tempat di mana kata-kata "Dosamu diampuni" tersebut dibayar lunas.
3. Mengapa Lewat Kata-kata?
Kata-kata Yesus adalah cara Ia menyampaikan kepastian kepada orang yang beriman. Saat Ia berbicara kepada perempuan berdosa (Lukas 7:48-50) atau orang lumpuh, Ia merespons iman mereka.
Lukas 7:50 (TB) "Tetapi Yesus berkata kepada perempuan itu: 'Imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!'"
Yesus ingin manusia tahu bahwa pengampunan itu nyata dan bisa diterima secara pribadi. Kata-kata-Nya memberikan kedamaian di hati, sementara salib-Nya memberikan dasar hukum yang sah di hadapan Allah.
4. Perbedaan "Menyatakan" dan "Menyelesaikan"
Kata-kata Yesus: Adalah pernyataan (proclamation) bahwa pengampunan itu diberikan kepada orang yang percaya.
Salib Yesus: Adalah pelaksanaan (execution) atau pembayaran di mana hutang dosa itu benar-benar dihapuskan secara sah.
Bukan Tuhan Yang Gombal
Yesus tidak mengampuni dosa "hanya" dengan kata-kata seolah-olah dosa itu sepele. Ia mengampuni dengan kata-kata karena Ia adalah Sang Hakim yang tahu bahwa beberapa waktu kemudian, Ia sendiri yang akan memikul hukuman orang tersebut di atas kayu salib. Tanpa salib, kata-kata pengampunan itu tidak akan pernah memiliki kuasa hukum di hadapan keadilan Allah.
Bagaimana, apa Anda masih yakin dosa Anda bisa hilang karena kata-kata saja?
Apa Anda yakin tidak butuh salib untuk keselamatan Anda?
Awan (Andreas Hermawan)

Komentar
Posting Komentar