Materi Belajar Alkitab: Baptisan
"Kenapa saya harus dibaptis? Kenapa tidak cukup hanya dengan mengakui dengan mulut saja maka saya selamat dan sudah jadi Kristen?"
Roma 10:9 (TB) Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.
Ini adalah topik yang sangat krusial karena baptisan merupakan perintah langsung dari Tuhan Yesus sendiri.
Mari kita bahas pelan-pelan ya...
1. Mengapa Kita Harus Dibaptis?
Baptisan bukan sekadar ritual tradisi, melainkan memiliki makna rohani yang mendalam:
(a) Perintah Tuhan Yesus (Amanat Agung): Yesus memerintahkan para murid untuk menjadikan semua bangsa murid-Nya dan membaptis mereka.
Matius 28:19 (TB) Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
(b) Identifikasi dengan Kematian dan Kebangkitan Kristus: Saat seseorang masuk ke dalam air, itu melambangkan penguburan manusia lama, dan saat keluar dari air, itu melambangkan kebangkitan sebagai manusia baru dalam Kristus.
Roma 6:3-4 (TB) Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya? Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.
(c) Pernyataan Ketaatan: Baptisan adalah langkah ketaatan pertama yang dilakukan seorang percaya untuk menunjukkan komitmen publik mengikut Yesus.
(d) Menerima Meterai Keselamatan: Alkitab menyebutkan bahwa mereka yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, sebagai tanda bahwa kita telah dipersatukan dengan Gereja-Nya.
Markus 16:16 (TB) Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.
2. Mengapa Tidak Cukup Hanya dengan "Mengaku dengan Mulut"?
Memang benar bahwa dalam Roma 10:9 dikatakan bahwa jika kita mengaku dengan mulut dan percaya dalam hati, kita akan diselamatkan. Namun, baptisan dan pengakuan mulut adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan karena alasan berikut:
(a) Iman yang Tanpa Perbuatan adalah Mati: Iman (percaya di hati) harus diwujudkan dalam tindakan ketaatan. Baptisan adalah "perbuatan iman" yang membuktikan pengakuan tersebut.
Yakobus 2:26 (TB) Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati.
(b) Kelahiran Baru dari Air dan Roh: Yesus berkata kepada Nikodemus dalam Yohanes 3:5, "Jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah."
Pengakuan mulut adalah awal, tetapi baptisan adalah proses "kelahiran" secara sah ke dalam Kerajaan Allah.
(c) Analogi Cincin Kawin: Mengaku cinta di mulut itu penting, namun memakai cincin dan melakukan upacara pernikahan adalah tanda sah dari ikatan tersebut. Baptisan adalah tanda sah (meterai) bahwa Anda adalah milik Kristus.
3. Syarat-Syarat Menerima Baptisan
Berdasarkan Alkitab, seseorang tidak bisa asal dibaptis. Syarat utamanya adalah:
(a) Bertobat: Menyadari dosa dan berniat meninggalkan hidup yang lama.
Kisah Para Rasul 2:38 (TB) Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.
(b) Percaya: Mengimani bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah dan satu-satunya Juruselamat.
Kisah Para Rasul 2:36-37 (TB) Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus." Ketika mereka mendengar hal itu hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain: "Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?"
(c) Memiliki Kemauan Sendiri: Baptisan harus dilakukan atas kesadaran pribadi, bukan dalam paksaan atau diwakilkan orang lain. Baptisan bayi yang diwakilkan imannya oleh orang tua tidak bisa disebut sebagai baptisan, karena itu adalah penyerahan anak kepada Tuhan untuk mendapatkan berkatNya.
(d) Diselam sepenuhnya: Tidak ada catatan di Alkitab bahwa baptisan bisa dipercik atau direndam sebagian. Yang ada adalah seluruh anggota tubuh berada di dalam air karena baptisan melambangkan kematian dan kebangkitan Kristus. Kristus tidak mati sebagian, tapi sepenuhnya, maka baptisan juga diselam sepenuhnya.
4. Contoh Kasus Harus Dibaptis Bahkan Dibaptis Ulang
(a) Dibaptis Ulang (Dari Baptisan Yohanes ke Baptisan Yesus)
Kejadian paling spesifik tercatat dalam Kisah Para Rasul 19:1-7. Di Efesus, Rasul Paulus bertemu dengan sekitar 12 orang murid. Mereka sudah menerima baptisan Yohanes (baptisan pertobatan), namun Paulus menjelaskan bahwa mereka harus percaya kepada Yesus.
"Ketika mereka mendengar hal itu, mereka memberi diri mereka dibaptis dalam nama Tuhan Yesus." (Kisah Para Rasul 19:5)
Ini menunjukkan bahwa baptisan Yohanes hanyalah persiapan, sedangkan baptisan dalam nama Yesus adalah baptisan yang penuh dengan janji Roh Kudus.
(b) Contoh-Contoh Lainnya
Sida-sida dari Etiopia (Kis 8:26-40): Setelah mendengar penjelasan Filipus tentang Injil, ia segera minta dibaptis saat melihat ada air. Syaratnya sederhana: "Jika tuan percaya dengan segenap hati, boleh."
Kepala Penjara di Filipi (Kis 16:31-33): Begitu ia dan seisi rumahnya percaya kepada Tuhan Yesus, saat itu juga (tengah malam) mereka semua dibaptis.
Saulus (Rasul Paulus) (Kis 9:18): Segera setelah ia dipulihkan dari kebutaannya dan menerima pesan Tuhan melalui Ananias, ia bangun dan dibaptis.
5. Naik Status Jadi Anak
Tahukah Anda bahwa dengan baptisan, ini menaikkan status kita menjadi anak, sangat beda dengan orang non-Kristen dan orang benar di jaman Perjanjian Lama, yang status selamatnya hanya sebagai ciptaan, umat atau hamba saja.
Penting untuk membedakan antara "diselamatkan oleh belas kasihan Allah" dengan "diangkat menjadi anak melalui Kristus."
Baptisan bukan sekadar "tiket masuk surga", melainkan dokumen pengangkatan anak (adopsi). Ada perbedaan status hukum dan rohani yang terjadi saat seseorang dibaptis dalam nama Kristus.
(a) Status Orang Benar di Zaman Perjanjian Lama
Tokoh-tokoh seperti Abraham, Musa, atau Daud disebut sebagai orang-orang yang berkenan di hati Allah. Namun, secara teknis, mereka disebut sebagai:
- Hamba Allah (Servant of God).
- Umat Allah (People of God).
- Sahabat Allah (sebutan khusus untuk Abraham).
Mereka diselamatkan melalui iman mereka kepada janji Allah yang akan datang. Namun, karena Kristus belum mati dan bangkit, mereka belum bisa "menyatu" dengan tubuh Kristus. Mereka berada di bawah hukum hamba, bukan hukum anak.
(b) Status Orang Non-Kristen yang "Baik"
Banyak orang bertanya, "Bagaimana dengan orang baik yang tidak mengenal Yesus?" Secara teologis, kita menyerahkan keadilan itu sepenuhnya kepada kedaulatan Allah. Namun, Alkitab menegaskan bahwa tanpa melalui Kristus, seseorang tidak memiliki hak kesulungan sebagai anak. Mereka mungkin menerima kemurahan hati Allah sebagai pencipta, tetapi mereka tidak memiliki hubungan "Abba, Bapa" yang intim.
Anda bisa mengetahui jawaban detailnya dengan membaca "Materi Belajar Alkitab: Surga".
(c) Mengapa Baptisan Mengubah Status Menjadi Anak?
Dalam Galatia 3:26-27, Rasul Paulus menjelaskan hubungan antara iman, baptisan, dan status anak:
"Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus. Karena kamu semua, yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus."
Inilah alasan mengapa baptisan mengubah status kita:
Mengenakan Kristus: Saat dibaptis, kita "dibungkus" oleh Kristus. Allah Bapa tidak lagi melihat kita sebagai orang asing atau hamba, tetapi Ia melihat Anak-Nya yang tunggal di dalam kita.
Kesatuan dalam Kematian dan Kebangkitan: Orang zaman Perjanjian Lama tidak mengalami "mati bersama Yesus". Melalui baptisan, kita secara rohani masuk ke dalam kematian-Nya dan bangkit bersama-Nya (Roma 6:5). Karena Yesus adalah Anak, maka kita yang menyatu dengan-Nya otomatis ikut menjadi anak.
Roma 6:5 (TB) Sebab jika kita telah menjadi satu dengan apa yang sama dengan kematian-Nya, kita juga akan menjadi satu dengan apa yang sama dengan kebangkitan-Nya.
Hak Waris: Seorang hamba mungkin tinggal di rumah majikannya dan diberi makan, tetapi hanya seorang Anak yang berhak menerima warisan. Baptisan menandai kita sebagai ahli waris kerajaan surga.
Galatia 4:7 (TB) Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh Allah.
Tabel Perbandingan Status
Bagaimana, apa sudah jelas kenapa kita harus dibaptis dan apa yang akan terjadi dengan status kita setelah dibaptis?
Awan (Andreas Hermawan)

Komentar
Posting Komentar