Materi Belajar Alkitab: Salib, Bagian 1
"Untuk mengampuni dosa, kenapa Allah harus mengorbankan Yesus? Bukankah cukup dengan berkata:'dosamu diampuni', maka orang itu selamat?!"
Pertanyaan yang bagus sekali dan kebanyakan orang Kristen termasuk pendeta tidak memiliki jawaban yang pas untuk ini.
Jawaban saya: Tidak sesederhana itu untuk masalah dosa.
Bayangkan, jika ada seseorang yang membunuh anggota keluarga yang sangat Anda kasihi, terus karena alasan "kasih", Anda mengampuni si pembunuh.
Dengan kata-kata dan hati, memang Anda sudah mengampuninya, tapi apakah dosa itu hilang?
Coba renungkan ini: Dilihat dari sisi keadilan, apakah mengampuni dosanya itu adil bagi si korban?
Apakah pengampunan Anda tersebut adil juga bagi anggota keluarga lainnya yang ditinggalkan?
Tentu saja tidak adil!
Ingat, Tuhan selain Maha Pengasih juga Maha Adil. Dosa tidak bisa hilang hanya dengan pengampunan lewat kata-kata saja karena itu tidak adil.
Ibarat hutang, untuk bisa lunas ya harus dibayar penuh.
Matius 5:26 (TB) Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas.
Anda hutang 1 juta, harus dilunasi 1 juta. Anda hutang 100 juta, harus dilunasi 100 juta. Hutang 1 miliar, harus dilunasi 1 miliar. Dan begitu seterusnya.
Dosa adalah hutang, yang hanya bisa hilang hanya dengan dibayar penuh. Dan yang bisa melunasinya adalah kita yang berhutang, atau bisa juga pihak lain seperti misalnya dalam kasus salib adalah Yesus.
1 Korintus 6:20 (TB) Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!
Itulah kenapa Tuhan tidak bisa mengampuni dosa hanya dengan kata-kata, karena itu tidak adil dan tidak sesuai dengan sifatnya yang Maha Adil.
Dan oleh karena begitu besar kasih Tuhan kepada kita yang berdosa, maka Ia menyerahkan diriNya sendiri sebagai pengganti kita. Seharusnya kita yang melunasi hutang, tapi justru Ia yang melunasinya bahkan dengan nyawaNya sendiri!
Yohanes 3:16 (TB) "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal."
Roma 5:8 (TB) "Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa."
YESUS MENGAMBIL ALIH HUKUMAN KITA
Tidak ada satupun dari kita yang sebenarnya pantas menerima pengorbanan ini, namun Yesus tahu kita semua tidak mampu membayar lunas hutang dosa-dosa kita, jadi karena kasihNya yang besar, ia mengorbankan diriNya sendiri, "bertukar tempat" dengan kita.
2 Korintus 5:21 (TB) "Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah."
1 Petrus 2:24 (TB) "Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh."
Galatia 3:13 (TB) "Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: 'Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!'"
Coba renungkan ini: Agama atau aliran kepercayaan di luar sana, tidak ada yang tuhannya berkorban untuk umatnya. Yang ada justru umatnya berkorban untuk tuhannya.
Hanya di Kristen lah yang menunjukkan kasih dan keadilanNya, Tuhannya mau mati untuk umatnya, bahkan lebih dari itu, bukan hanya berkorban untuk orang baik-baik, tapi untuk orang berdosa yang sangat tidak pantas menerima pengorbanan ini.
Filipi 2:6-8 (TB) yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
Roma 5:6-8 (TB) "Sebab waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka pada waktu yang ditentukan oleh Allah. Sebab jarang orang mau mati untuk orang yang benar—tetapi mungkin untuk orang yang baik ada orang yang berani mati— akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa."
PENGORBANAN PALING BERHARGA
"Kenapa tidak hewan sapi atau kambing-domba saja yang berkorban menggantikan dosa kita, seperti kebiasaan orang Yahudi dan agama lain yang menyembelih hewan untuk penebusan dosa?"
Dalam Alkitab, persembahan hewan pada masa Perjanjian Lama (Hukum Taurat) adalah bayangan atau simbol dari pengorbanan Yesus yang akan datang. Alkitab menjelaskan bahwa darah hewan sebenarnya tidak pernah bisa menghapus dosa secara permanen; itu hanyalah "penutup" sementara sampai Sang Penyelamat tiba.
1. Persembahan Penebusan Dosa dalam Hukum Taurat
Dalam Perjanjian Lama, Allah menetapkan sistem kurban untuk mengajarkan umat Israel bahwa "upah dosa ialah maut" (Roma 6:23) dan bahwa dosa membutuhkan penebusan nyawa.
Prinsip Darah:
"Sebab nyawa makhluk ada di dalam darahnya dan Aku telah memberikan darah itu kepadamu di atas mezbah untuk mengadakan pendamaian bagi nyawamu, karena darah mengadakan pendamaian dengan perantaraan nyawa." (Imamat 17:11)
Kurban Penghapus Dosa:
"Jikalau yang berbuat dosa itu imam yang diurapi... maka haruslah ia mempersembahkan kepada Tuhan sebagai korban penghapus dosa karena dosa yang telah diperbuatnya itu, seekor lembu jantan muda yang tidak bercela." (Imamat 4:3)
Hari Raya Pendamaian (Yom Kippur):
"Lalu ia harus menyembelih kambing jantan yang akan menjadi korban penghapus dosa bagi bangsa itu dan membawa darahnya masuk ke belakang tabir... ia harus memercikkannya ke atas tutup pendamaian..." (Imamat 16:15)
2. Mengapa Hewan Tidak Cukup?
Ada alasan mendasar mengapa sapi atau kambing tidak bisa menggantikan manusia selamanya:
Ketidakmampuan Darah Hewan: Darah hewan tidak memiliki nilai moral dan tidak setara dengan martabat manusia yang diciptakan menurut gambar Allah.
"Sebab tidak mungkin darah lembu jantan atau darah domba jantan menghapuskan dosa." (Ibrani 10:4)
Hanya Sebuah Bayangan: Kurban hewan harus dilakukan berulang-ulang setiap hari dan setiap tahun, yang menunjukkan bahwa kurban itu tidak benar-benar menyelesaikan masalah dosa.
"Di dalam hukum Taurat hanya terdapat bayangan saja dari keselamatan yang akan datang... sebab itu dengan korban yang sama, yang setiap tahun terus-menerus dipersembahkan, hukum Taurat tidak mungkin menyempurnakan mereka yang datang mengambil bagian di dalamnya." (Ibrani 10:1)
3. Mengapa Harus Yesus?
Yesus menggantikan hewan kurban karena Ia memenuhi syarat yang tidak dimiliki oleh hewan manapun:
Ia adalah Manusia yang Sempurna: Untuk menebus manusia, dibutuhkan manusia yang tidak berdosa. Hewan tidak memiliki kehendak bebas untuk taat, sedangkan Yesus secara sukarela taat kepada Bapa.
"Dan karena kehendak-Nya inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus." (Ibrani 10:10)
Kurban yang Cukup Satu Kali Saja: Karena Yesus adalah Tuhan yang menjadi manusia, nilai pengorbanan-Nya tak terhingga dan berlaku untuk semua orang di segala zaman.
"Tetapi Ia, setelah mempersembahkan hanya satu korban saja karena dosa, Ia duduk untuk selama-lamanya di sebelah kanan Allah." (Ibrani 10:12)
Anak Domba Allah yang Sejati: Saat Yohanes Pembaptis melihat Yesus, ia langsung mengenali tujuan kedatangan-Nya.
"Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia." (Yohanes 1:29)
Darah yang Mahal:
"Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus... bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat." (1 Petrus 1:18-19)
Kesimpulan sederhananya:
Hukum Taurat menggunakan hewan sebagai "alat peraga" agar manusia sadar betapa mengerikannya dosa. Namun, karena hewan tidak setara dengan manusia, mereka tidak bisa menanggung hukuman kekal kita. Hanya Yesus—yang adalah Pencipta manusia—yang bisa merendahkan diri-Nya menjadi kurban yang sah dan sempurna untuk menebus kita.
Ibrani 2:14-18 (TB) Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut;
dan supaya dengan jalan demikian Ia membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut.
Sebab sesungguhnya, bukan malaikat-malaikat yang Ia kasihani, tetapi keturunan Abraham yang Ia kasihani.
Itulah sebabnya, maka dalam segala hal Ia harus disamakan dengan saudara-saudara-Nya, supaya Ia menjadi Imam Besar yang menaruh belas kasihan dan yang setia kepada Allah untuk mendamaikan dosa seluruh bangsa.
Sebab oleh karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai.
TIDAK OTOMATIS MENGHAPUS DOSA KITA
Berdasarkan Alkitab, meskipun pengorbanan Yesus di kayu salib dilakukan untuk seluruh dunia, manfaat dari pengampunan tersebut tidak otomatis diterima oleh semua orang. Alkitab menekankan bahwa iman adalah "tangan" yang menerima anugerah pengampunan tersebut.
Keselamatan adalah pemberian (anugerah) dari Allah, tetapi iman adalah cara manusia merespons dan menerima pemberian itu.
Efesus 2:8-9 (TB) "Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri."
Yohanes 3:16 (TB) "...supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal." (Kata kunci di sini adalah percaya/iman).
Bagaimana, Bro-Sis, apa Anda sudah paham betapa penting dan berharganya karya salib Kristus bagi Anda pribadi dan kita semua?
Tanpa salib, dosa Anda tidak akan hilang. Jika mau SEMUA dosa Anda hilang, imanilah salib Kristus dan jadikan Dia sebagai Tuhan dan Juru Selamat Anda!
Iman bukan sekadar mengetahui sejarah bahwa Yesus pernah disalib, melainkan penyerahan diri secara pribadi kepada-Nya sebagai Tuhan dan Juru Selamat.
Roma 10:9 (TB) "Sebab jika engkau mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka engkau akan diselamatkan."
Analogi Sederhana:
Bayangkan seseorang memberikan Anda sebuah cek senilai milyaran rupiah untuk melunasi semua hutang Anda. Cek itu sah dan dananya ada (seperti pengorbanan Yesus yang sah dan cukup). Namun, jika Anda tidak percaya bahwa cek itu asli dan tidak pernah pergi ke bank untuk mencairkannya (iman), maka hutang Anda secara hukum tetap tidak terbayar.
Jadi, pengampunan itu sudah disediakan di kayu salib, tetapi hanya menjadi milik kita saat kita percaya dan menerima Yesus sebagai pengganti hukuman kita.
Awan (Andreas Hermawan)

Komentar
Posting Komentar