Materi Belajar Alkitab: Dosa
Apa itu dosa?
1 Yohanes 3:4 (TB) Setiap orang yang berbuat dosa, melanggar juga hukum Allah, sebab dosa ialah pelanggaran hukum Allah.
Hukum Allah terbagi 2 yaitu:
- Perintah
- Larangan
Itu artinya jika kita melanggar larangan atau tidak melakukan perintah, kita sudah berdosa.
Kebanyakan kita mengira bahwa kita berdosa kalau melanggar laranganNya, tapi tidak dosa kalau tidak melakukan perintahnya.
Ini adalah pemikiran yang salah seperti tertulis berikut ini...
Yakobus 4:17 (TB) Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.
Bagaimana dengan Anda?
Apa setiap hari Anda bisa memastikan tidak akan melanggar Hukum Allah serta tidak lalai berbuat baik sesuai apa yang Anda tahu?
Berat ya?
Saya sendiri mengakui, walaupun sudah sekian lama belajar Firman, masih saja bisa gagal dan berdosa.
Roma 3:23 (TB) Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,
Tapi sebagai anak Tuhan, kewajiban kita adalah berjuang melawan dosa dan tidak hidup didalamnya.
Ibrani 12:4 (TB) Dalam pergumulan kamu melawan dosa kamu belum sampai mencucurkan darah.
DOSA MEMISAHKAN KITA DARI TUHAN
Yesaya 59:2 (TB): "tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu."
Dari awal penciptaan, dosa menjadi dinding pemisah yang membuat manusia tidak lagi dapat bersekutu dengan Allah yang kudus, seperti Adam yang bersembunyi karena takut (Kejadian 3:8).
Tuhan tidak pernah berkehendak untuk terpisah dari kita, kita sendirilah yang memisahkan diri dari Tuhan melalui dosa yang melanggar HukumNya.
Apa efeknya jika kita tetap terpisah dari Tuhan?
(1) Tuhan tidak menjawab doa kita (Yes 59:2).
Yesaya 59:2 (TB): "tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu."
(2) Kehilangan kemuliaan Allah.
Roma 3:23 (TB) "Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah."
Hidup manusia jadi susah sejak kejatuhan manusia yang membuatnya kehilangan kemuliaan Allah (Kej 3: 16-19).
(3) Mengalami kematian fisik di dunia dan binasa di alam baka.
Roma 6:23 (TB) "Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita."
(4) Menderita hukuman atau ketidakberuntungan.
Yeremia 11:10-11 (TB) "Mereka tidak mau mendengarkan firman-Ku... Sebab itu, beginilah firman TUHAN: Sesungguhnya, Aku akan mendatangkan malapetaka kepada mereka yang tidak dapat melarikan diri dari padanya, dan biarpun mereka berseru kepada-Ku, Aku tidak akan mendengarkan mereka."
2 Tawarikh 24:20 (TB) "Beginilah firman Allah: 'Mengapa kamu melanggar perintah-perintah TUHAN, sehingga kamu tidak beruntung? Oleh karena kamu meninggalkan TUHAN, Iapun meninggalkan kamu!'"
Bagaimana hubungan Anda dengan Tuhan?
Apakah Anda masih hidup dalam dosa dalam artian tidak mau bergumul melawannya, malah menikmatinya dan tidak mau meninggalkannya?
DOSA MENCIPTAKAN NERAKA DI DUNIA
Sejak ada dosa, bumi jadi terasa seperti neraka. Kekacauan ada dimana-mana.
Perang, kerusuhan, kemiskinan, kelaparan, bencana dan kerusakan lingkungan itu terjadi karena dosa-dosa kita semua, seperti yang tertulis di ayat ini...
Yesaya 24:4-5 (TB) Bumi berkabung dan layu, ya, dunia merana dan layu, langit dan bumi merana bersama. Bumi cemar karena penduduknya, sebab mereka melanggar undang-undang, mengubah ketetapan dan mengingkari perjanjian abadi.
Ini bukan masalah kutuk. Tapi memang semua kekacauan ini pasti terjadi secara otomatis.
Contoh:
(1) Keserakahan dan kesombongan pemimpin negara menciptakan peperangan, yang akhirnya muncul penderitaan, kematian, kehilangan, kebencian, dan kehancuran akibat perang.
(2) Keserakahan dan keegoisan pengusaha membuatnya curang, membuang limbah industri sembarangan sehingga mencemari lingkungan, yang akhirnya banyak manusia, hewan dan tumbuhan menderita atasnya. Pencemaran ini menciptakan banyak sakit penyakit dan kerusakan genetik.
(3) Pejabat yang korupsi mencuri uang rakyat sehingga perekonomian negara hancur, kemiskinan merajalela ditengah masyarakat.
Yakobus 4:1-3 (TB) Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara kamu? Bukankah datangnya dari hawa nafsumu yang saling berjuang di dalam tubuhmu?
Kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh; kamu iri hati, tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan kamu berkelahi. Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa.
Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.
Di dalam skala kecil seperti misalnya keluarga, organisasi dan komunitas kecil, dosa menghilangkan damai sejahtera dan kebahagiaan seperti yang disebutkan di surat Yakobus di atas.
Coba Anda ingat kembali masa-masa kelam di dalam kehidupan Anda. Ingat kembali, apa yang membuat masa itu jadi kelam.
Ingat kembali betapa saat kelam tersebut membuat Anda terasa seperti di neraka.
Bukankah masa kelam tersebut muncul karena dosa, yaitu dosa Anda sendiri maupun orang lain?!
Galatia 5:19-21 (TB) Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu — seperti yang telah kubuat dahulu — bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.
DOSA YANG MENJALAR
Roma 5:12 (TB) Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa.
Sifat dosa bisa menjalar turun (diturunkan) ke keturunan tapi juga bisa menjalar samping (meluas) ke orang lain.
Contoh:
- Bapaknya pemarah, maka sifat pemarahnya bisa menurun ke anaknya.
- Ibunya pendendam dan mudah iri, maka sifat dosa tersebut juga bisa turun ke anaknya.
Pada kasus ini yang diturunkan adalah sifat dosanya, bukan dosa pribadinya, sehingga si anak punya kecenderungan (lemah) dalam sifat dosa tersebut.
Sifat dosa juga meluas ke orang-orang sekitar, yang berarti menularkan ke lainnya, baik dalam efek meniru ataupun balasan.
Contoh:
- Seseorang karena dendam, akhirnya membunuh. Keluarga yang anggotanya dibunuh, akhirnya dendam dan membunuh si pembunuh.
- Seorang remaja yang baik, ketika salah pergaulan jadi berandal meniru teman-temannya.
TANGGUNGAN DOSA
(1) Dosa Bisa Ditanggung Oleh Keturunan
Hati-hati dengan dosa Anda, karena dampaknya bisa ditanggung oleh keturunan Anda.
Keluaran 20:5: "...Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku."
Ratapan 5:7: "Bapa-bapa kami berbuat dosa, mereka tidak ada lagi, dan kami yang menanggung kedurjaan mereka."
Contoh Kasus Raja Daud: Ketika Daud berzinah dengan Batsyeba, Daud diampuni secara spiritual, tetapi Tuhan berfirman bahwa "pedang tidak akan menyingkir dari keturunanmu" (2 Samuel 12:10). Anak-anak Daud mengalami kekacauan akibat teladan buruk dan rusaknya stabilitas kerajaan.
(2) Di Alam Baka, Dosa Ditanggung Pribadi
Mengenai keselamatan jiwa dan penghakiman terakhir, Alkitab sangat tegas menyatakan bahwa setiap individu berdiri sendiri di hadapan Allah. Tidak ada sistem "warisan dosa" dalam hal hukuman kekal; masing-masing bertanggung jawab atas pilihannya sendiri.
Yehezkiel 18:20: "Orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati. Anak tidak akan turut menanggung kesalahan ayahnya dan ayah tidak akan turut menanggung kesalahan anaknya. Orang benar akan menerima berkat kebenarannya, dan kefasikan orang fasik akan tertanggung atasnya."
Yeremia 31:30: "Tetapi setiap orang akan mati karena kesalahannya sendiri; setiap manusia yang makan buah mentah, giginya sendiri menjadi ngilu."
Roma 14:12: "Demikianlah setiap orang di antara kita akan memberi pertanggungan jawab tentang dirinya sendiri kepada Allah."
Wahyu 20:12: "Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang tertulis di dalam kitab-kitab itu."
Secara teologis, Allah itu adil. Dia tidak menghukum seorang anak di neraka karena dosa ayahnya. Namun, secara sosiologis dan alami, tindakan seorang ayah di dunia dapat menciptakan "neraka dunia" bagi anak-anaknya. Inilah mengapa Alkitab sangat menekankan agar orang tua hidup dalam kebenaran demi menjadi berkat bagi keturunannya.
MEMUTUS RANTAI DOSA
Memutus "rantai" dampak dosa yang menurun maupun yang meluas adalah proses pemulihan relasi dengan Tuhan yang berdampak pada perubahan gaya hidup.
Alkitab mengajarkan bahwa meskipun dosa memiliki konsekuensi, kasih karunia Allah jauh lebih berkuasa untuk menghentikan dampak tersebut.
Berikut adalah cara-cara memutus rantai tersebut menurut perspektif Alkitab:
(1) Menerima Karya Penebusan Kristus
Ini adalah langkah paling mendasar. Di dalam Kristus, status hukum seseorang diubah dari "terhukum" menjadi "dibenarkan". Ini karena Kristus telah menanggung kutuk dosa di kayu salib agar kita tidak lagi dikuasai olehnya.
Galatia 3:13: "Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: 'Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!'"
Artinya: Secara rohani, rantai itu diputus saat seseorang beriman kepada Yesus. Kuasa dosa yang mengikat garis keturunan tidak lagi memiliki hak legal atas hidup orang percaya.
(2) Pertobatan Pribadi (Metanoia)
Memutus rantai dosa berarti berhenti melakukan pola dosa yang sama dengan generasi sebelumnya. Jika orang tua memiliki pola kemarahan atau ketidakjujuran, keturunannya harus secara sadar bertobat dan berbalik dari perilaku tersebut.
Yehezkiel 18:14, 17: "Tetapi sesungguhnya, jika ia memperanakkan seorang anak yang melihat segala dosa yang dilakukan ayahnya, tetapi ia takut dan tidak melakukan seperti itu... orang itu tidak akan mati karena kesalahan ayahnya, ia pasti hidup."
Artinya: Allah menghargai keputusan pribadi seseorang untuk tidak mengikuti jejak buruk leluhurnya.
(3) Membangun "Warisan Iman" yang Baru
Cara terbaik untuk memutus dampak buruk adalah dengan menggantinya dengan berkat. Jika dosa berdampak hingga keturunan ke-3 dan ke-4, kasih setia Tuhan tersedia bagi ribuan keturunan bagi mereka yang mengasihi-Nya.
Keluaran 20:6: "...tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintah-Ku."
Artinya: Fokuslah untuk menjadi "titik balik" dalam keluarga Anda. Ketaatan Anda saat ini akan menjadi "bendungan" yang menghentikan arus dosa dan menjadi saluran berkat bagi anak cucu Anda kelak.
(4) Pembaharuan Budi (Transformasi Pikiran)
Dampak dosa sering kali menetap dalam bentuk trauma, cara berpikir yang salah, atau kebiasaan buruk yang dipelajari dari rumah atau lingkungan. Alkitab mengajarkan pentingnya transformasi pikiran melalui Firman Tuhan.
Roma 12:2: "Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu..."
Dengan transformasi pikiran yang membantu kita bertobat dan berubah, maka Anda akan memutus rantai dosa yang berdampak pada diri sendiri maupun orang lain.
(5) Pengampunan
Sering kali, dampak dosa masa lalu tetap "mengikat" karena adanya dendam atau kepahitan terhadap orang tua atau orang lain yang melakukan kesalahan tersebut.
Mengampuni mereka adalah cara membebaskan diri sendiri dari beban emosional yang terus menghantui.
Efesus 4:31-32: "Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan... hendaklah dibuang dari antara kamu... tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni..."
Bukan Lewat Ritual
Rantai dampak dosa diputus bukan melalui ritual mistis, melainkan melalui iman kepada Kristus yang diikuti dengan perubahan gaya hidup yang radikal. Anda bisa menjadi orang pertama dalam garis keturunan Anda yang memulai sejarah baru di dalam Tuhan, sehingga anak cucu Anda tidak lagi mewarisi kepahitan, melainkan warisan iman dan kebenaran.
CEK HIDUP ANDA SEKARANG
Untuk bisa berubah sesuai dengan kebenaran yang Tuhan inginkan, Anda harus tahu dulu dosa-dosa Anda sendiri.
Jika Anda merasa baik-baik saja, tentu Anda tidak akan merasa perlu bertobat dan berubah.
Tapi saya percaya, Anda pasti juga merasa punya dosa, tapi terkadang ragu, sejauh mana Anda telah berdosa dan dosa apa saja yang telah Anda lakukan tapi tidak Anda sadari.
Mari kita simak ayat berikut...
Galatia 5:19-21 (TB) Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu — seperti yang telah kubuat dahulu — bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.
Nah, dari perbuatan daging diatas, manakah yang sudah Anda lakukan?
Dari semuanya, manakah yang masih jadi masalah Anda alias masih jadi kebiasaan?
Mau terbebas dari semua beban dosa diatas sehingga Anda terbebas dari dampaknya saat ini maupun di akhirat?
Datanglah kepada Kristus, maka Anda akan dibebaskan, disembuhkan dan diselamatkan.
1 Petrus 2:24 (TB) "Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh."
1 Yohanes 1:7 (TB) "Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa."
Ibrani 9:14 (TB) "Betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai korban yang tidak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang mati, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup."
Awan (Andreas Hermawan)

Komentar
Posting Komentar