Materi Belajar Alkitab: Penginjilan


Apa itu Penginjilan?

​Kata "Injil" berasal dari bahasa Yunani Euangelion yang berarti "Kabar Baik." Jadi, penginjilan adalah aktivitas membagikan kabar baik tentang kasih Allah melalui Yesus Kristus kepada dunia.

​Landasan Utama: Amanat Agung

​"Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu." (Matius 28:19-20)

Ayat di atas adalah pesan terakhir Yesus sebelum berpisah dari murid-muridNya, terangkat naik ke Surga. Sebagai pesan terakhir, tentu saja itu berarti pesan yang sangat penting, wajib dilakukan oleh muridNya.

Penginjilan adalah kewajiban bagi yang menyebut dirinya Murid Yesus karena seorang murid akan mengikuti teladan Gurunya yang selama di bumi juga memberitakan kabar baik.

Namun bukan sekedar tugas yang harus dijalankan, saya akan bahas dampak penginjilan bagi semua orang termasuk dunia ini, sehingga Anda akan lebih semangat melakukannya, bukan karena tekanan pemimpin Gereja, atau tekanan ancaman neraka, tapi karena iman, pengharapan dan kasih.

Anda akan belajar melihat penginjilan bukan hanya sebagai "tiket ke surga", melainkan sebagai restorasi total atas kerusakan yang disebabkan oleh dosa.

​Mari kita bedah materi ini lebih dalam untuk melihat bagaimana penginjilan memulihkan dunia.


​1. Dampak Dosa: Kerusakan Total

​Dosa bukan sekadar pelanggaran aturan, melainkan sebuah "penyakit" yang merusak empat relasi utama manusia:

​(a) Relasi dengan Tuhan: Terputusnya hubungan (kematian rohani). Manusia kehilangan kompas moral dan tujuan hidupnya.

"Tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu..." (Yesaya 59:2).


​(b) Relasi dengan Diri Sendiri
: Munculnya rasa bersalah, malu (shame), kecemasan, dan hilangnya jati diri sebagai gambar Allah.

(c) Relasi dengan Sesama: Egoisme membawa konflik, kebencian, ketidakadilan, dan perang.

Kerusakan Moral & Sosial: "Sebab semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah." (Roma 3:23). Daftar dampak sosial dosa (dengki, perselisihan, tipu daya) bisa dilihat di Roma 1:28-31.

(d) Relasi dengan Alam: Eksploitasi yang merusak dan penderitaan fisik (penyakit dan kerusakan lingkungan).

Kerusakan Alam: "Sebab kita tahu, bahwa sampai sekarang segala makhluk sama-sama mengeluh dan sama-sama merasa sakit bersalin." (Roma 8:22).


​2. Penginjilan Sebagai Solusi Holistik

​Penginjilan yang sejati—yaitu memuridkan—berarti membawa orang kembali ke rancangan asli Allah. Dampaknya mencakup dua dimensi waktu:

​A. Keselamatan di Dunia (Dampak Saat Ini)

"Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang." (2 Korintus 5:17).​

Ketika seseorang dimuridkan untuk mengikuti jalan Yesus, "masalah dunia" mulai terurai dari dalam ke luar:

  • ​Pemulihan Karakter: Orang yang tadinya korup menjadi jujur; yang pemarah menjadi pembawa damai. Ini mengurangi kejahatan sosial.
  • ​Pemulihan Keluarga: Kristus memulihkan hubungan suami-istri dan orang tua-anak, yang merupakan fondasi masyarakat.
  • ​Keadilan Sosial: Murid Kristus dipanggil untuk menjadi "garam dan terang," memperjuangkan mereka yang tertindas dan mempraktikkan kasih yang nyata.

"Kamu adalah terang dunia... Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga." (Matius 5:14-16).

 

​B. Keselamatan Akhirat (Dampak Kekekalan)

​Ini adalah solusi atas masalah terbesar manusia: Maut.

  • ​Penginjilan melepaskan manusia dari hukuman kekal akibat dosa.
  • ​Memberikan kepastian bahwa hidup tidak berakhir di liang kubur, melainkan berlanjut dalam kemuliaan bersama Allah.

​Upah Dosa vs Karunia Allah: "Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita." (Roma 6:23).

​Janji Kebangkitan: "Sebab Inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman." (Yohanes 6:40).


3. Menggenapi Doa Bapa Kami Melalui Penginjilan

​Penginjilan adalah instrumen utama di mana doa yang diajarkan Yesus menjadi kenyataan di bumi.

​"Dikuduskanlah Nama-Mu"

​Nama Tuhan dikuduskan ketika manusia berhenti menyembah berhala (uang, kekuasaan, diri sendiri) dan mulai mengakui kedaulatan Allah. Melalui penginjilan, semakin banyak orang yang hidupnya memuliakan Allah, sehingga nama-Nya dihormati di seluruh bumi.

Ayat: "Tetapi kamulah bangsa yang terpilih... supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib." (1 Petrus 2:9).

​Melalui penginjilan, nama Tuhan yang tadinya dihina atau diabaikan, mulai dihormati dan dikuduskan oleh orang-orang yang bertobat.


​"Datanglah Kerajaan-Mu"

​Kerajaan Allah adalah situasi di mana Allah memerintah sebagai Raja. Penginjilan memperluas wilayah "Kerajaan" ini bukan dengan pedang, melainkan dengan hati yang bertobat. Setiap kali satu jiwa menerima Injil, Kerajaan Allah bertambah luas di bumi.

Ayat: "Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya." (Matius 24:14).

​Kerajaan Allah datang bukan dengan paksaan fisik, tetapi melalui pemberitaan Injil yang mengubah hati manusia.


​"Jadilah Kehendak-Mu di Bumi Seperti di Surga"

​Di surga, tidak ada air mata, tidak ada dosa, dan semua makhluk taat kepada Allah dengan sukacita.

​Melalui penginjilan dan pemuridan, kita melatih manusia untuk melakukan kehendak Allah di sini dan saat ini.

​Ketika murid-murid Yesus hidup dalam kasih dan kebenaran, mereka menghadirkan "potongan surga" ke dalam dunia yang gelap ini.

Ayat: "Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna." (Roma 12:2).

​Pemuridan melatih orang untuk berpikir dan bertindak sesuai kehendak Allah. Jika semua orang melakukan kehendak-Nya, maka kondisi bumi akan mencerminkan damai sejahtera surga.

MISI KERAJAAN

Penginjilan adalah misi pemulihan dunia. Kita tidak hanya menyelamatkan jiwa untuk "pergi ke surga", tetapi kita membawa pengaruh surga untuk mengubah bumi.

“Injil itu adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya.” (Roma 1:16)

Penginjilan adalah cara kita bermitra dengan Tuhan untuk memperbaiki apa yang rusak oleh dosa. Kita memberitahu dunia bahwa "Raja sudah datang untuk memulihkan segalanya."

“Indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik!” (Roma 10:15)

Awan (Andreas Hermawan)


Komentar

Postingan Populer