"Kata perempuan itu kepada-Nya: 'Tuhan, Engkau tidak punya timba dan sumur ini amat dalam; dari manakah Engkau memperoleh air hidup itu?'" - Yohanes 4:11
Jawabnya: ”Siapakah Dia, Tuhan? Supaya aku percaya kepada-Nya.” - Yohanes 9:36
Di Kitab Injil, versi Terjemahan Baru Indonesia ada salah terjemahan dimana orang-orang memberi sebutan "Tuhan" kepada Yesus bukannya diterjemahkan dengan kata "Tuan".
Adalah hal yang tidak masuk akal jika orang-orang yang belum pernah mengenal Yesus, langsung mengakui dan menyebutNya sebagai "Tuhan", bukannya "Tuan".
Dalam teks asli Perjanjian Baru berbahasa Yunani Koine, kata yang digunakan adalah κύριος (kyrios) atau bentuk sapaan langsungnya κύριε (kyrie).
Secara tata bahasa Yunani abad pertama, kyrios memiliki rentang makna yang luas tergantung siapa yang berbicara dan konteksnya:
- Sapaan sopan: Berarti "Tuan" atau "Pak" (setara dengan Sir dalam bahasa Inggris).
- Kedudukan/Status: Berarti "Majikan", "Pemilik", atau "Tuan tanah".
- Gelar Keilahian: Berarti "Tuhan" atau "Tuhan Yang Maha Kuasa" (digunakan dalam Septuaginta untuk menerjemahkan nama YHWH / Adonai).
Contoh Ayat yang Lebih Tepat Diterjemahkan "Tuan"
Dalam versi Terjemahan Baru (TB) penerbit LAI, kata kyrios hampir selalu diseragamkan menjadi "Tuhan". Padahal dalam Injil, banyak tokoh yang belum mengenal keilahian Yesus dan hanya menyapa-Nya secara sopan sebagai "Tuan":
(1) Yohanes 4:11 (Perempuan Samaria di Sumur)
Teks Yunani: λέγει αὐτῷ ἡ γυνή· Κύριε, οὔτε ἄντλημα ἔχεις... (legei autō hē gynē: Kyrie, oute antlēma echeis...)
Terjemahan TB: "Kata perempuan itu kepada-Nya: 'Tuhan, Engkau tidak punya timba...'
Konteks: Perempuan Samaria ini baru pertama kali bertemu Yesus dan mengira Dia hanyalah seorang musafir Yahudi biasa. Tidak masuk akal jika ia langsung menyapa Yesus sebagai "Tuhan". Kata Kyrie di sini murni berarti "Tuan".
(2) Yohanes 9:36 (Orang yang Lahir Buta)
Teks Yunani: ...τίς ἐστιν, κύριε, ἵνα πιστεύσω εἰς αὐτόν; (...tis estin, kyrie, hina pisteusō eis auton?)
Terjemahan TB: "Jawabnya: 'Siapakah Dia, Tuhan, supaya aku percaya kepada-Nya?'"
Konteks: Orang ini baru saja disembuhkan tetapi belum pernah melihat wajah Yesus. Ketika Yesus bertanya apakah ia percaya kepada Anak Manusia, ia bertanya balik secara sopan: "Siapakah Dia, Tuan, supaya aku percaya?"
(3) Yohanes 20:15 (Maria Magdalena di Kuburan)
Terjemahan TB: "...katanya kepada-Nya: 'Tuan, jikalau engkau yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku...'"
Kenyataan Menarik: Di ayat ini, tim penerjemah TB sendiri menerjemahkan Kyrie sebagai "Tuan"! Sebab konteksnya jelas: Maria menyangka sedang berbicara dengan juru taman/tukang kebun. Ini membuktikan bahwa penerjemah menyadari kyrie memang berarti "Tuan".
Versi Terjemahan Indonesia yang Lebih Akurat Konteksnya
Beberapa versi Alkitab bahasa Indonesia menggunakan pendekatan terjemahan dinamik atau literal kontekstual yang membedakan kapan kyrios berarti "Tuan" dan kapan berarti "Tuhan":
- TSI (Terjemahan Sederhana Indonesia): Sangat teliti membedakan konteks. Jika pembicaranya adalah orang awam, musafir, atau lawan bicara yang belum mengakui Yesus sebagai Tuhan, TSI menerjemahkannya sebagai "Tuan".
- AMD (Alkitab Mudah Dibaca) / VMD: Menggunakan kata "Tuan" dalam percakapan sehari-hari di Injil untuk menjaga kehalusan bahasa dan akurasi konteks sejarah.
- TL (Terjemahan Lama) & Shellabear: Dalam banyak bagian dialog Injil, terjemahan klasik ini mempertahankan sapaan "Tuan".
Penyeragaman kata kyrios menjadi "Tuhan" dalam terjemahan TB umumnya didasari oleh keputusan teologis penerjemah untuk menegaskan identitas Kristus, namun dari segi konteks narasi sejarah, menerjemahkannya sebagai "Tuan" pada dialog percakapan awal jauh lebih tepat secara linguistik.
Awan (Andreas Hermawan)
