Terikat pada Kristus oleh Roh Kudus vs Terikat pada Institusi Denominasi
Materi ini disusun untuk memberikan pemahaman teologis yang jernih mengenai hakikat "Lahir Baru" dan hubungannya dengan Gereja. Seringkali terjadi kerancuan antara Organisasi Gereja (Denominasi) dengan Organisme Gereja (Tubuh Kristus).
Ada denominasi yang memegang doktrin bahwa orang yang lahir baru itu terikat dalam Gereja yang adalah Tubuh Kristus, jadi jika ada orang yang keluar dari Gereja (keluar dari Jemaat) berarti orang tersebut murtad alias meninggalkan Tuhan.
Doktrin tersebut kurang tepat karena dalam baptisan, orang yang lahir baru tersebut dijadikan satu roh dengan Kristus. Dasar ikatannya adalah Roh Kudus bukan institusi atau denominasi Gereja. Yang menyatukan kita kepada Kristus adalah Roh Tuhan, bukan insitusi Gereja.
1 Korintus 6:17 (TB) Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia.
1 Korintus 12:13 (TB) Sebab dalam satu Roh kita semua, baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, baik budak, maupun orang merdeka, telah dibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh.
Membedah Kekeliruan Doktrin Eksklusivisme
Beberapa denominasi mengklaim bahwa mereka adalah satu-satunya saluran keselamatan yang sah. Berikut adalah analisis kritis terhadap dampak pandangan tersebut:
(1) Keluar Gereja = Murtad: Dianggap keluar dari Tubuh Kristus jika pindah ke gereja lain.
Perspektif Kebenaran Alkitabiah: Kesetiaan Utama adalah pada Kristus. Jika seseorang pindah ke gereja lain yang baptisannya benar, ia tetap berada dalam Tubuh Kristus. Tidak peduli apa denominasi atau nama Gerejanya, jika baptisannya benar, maka Gereja tersebut juga Tubuh Kristus...
1 Petrus 3:21 (TB) Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu baptisan...
Galatia 3:27 (TB) Karena kamu semua, yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus.
Efesus 4:5 (TB) satu Tuhan, satu iman, satu baptisan,
1 Korintus 12:13 (TB) Sebab dalam satu Roh kita semua, baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, baik budak, maupun orang merdeka, telah dibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh.
(2) Restorasi Harus Lewat Institusi: Kembali ke Kristus wajib melalui prosedur denominasi tersebut.
Perspektif Kebenaran Alkitabiah: Prinsip Si Bungsu, Si Bungsu kembali langsung ke Bapa tanpa perlu "izin" atau perantara dari Si Sulung (Baca Perumpamaan Anak yang Hilang di Lukas 15:11-32).
(3) Eksklusivitas Doktrin: Gereja lain dianggap bukan Tubuh Kristus.
Perspektif Kebenaran Alkitabiah: Semua Gereja yang sesuai Firman dan baptisannya benar, ada dalam Roh Kudus yang berarti menjadi bagian dari satu tubuh.
1 Petrus 3:21 (TB) Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu baptisan...
Galatia 3:27 (TB) Karena kamu semua, yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus.
Efesus 4:5 (TB) satu Tuhan, satu iman, satu baptisan,
1 Korintus 12:13 (TB) Sebab dalam satu Roh kita semua, baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, baik budak, maupun orang merdeka, telah dibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh.
Pelajaran dari Perumpamaan Anak yang Hilang (Lukas 15:11-32)
Mari kita bedah poin penting mengenai peran "Si Sulung":
Bapa adalah Pusat: Dalam perumpamaan ini, keselamatan dan pemulihan status anak sepenuhnya ada di tangan Bapa.
Sikap Si Sulung: Si Sulung seringkali merepresentasikan sikap "legalisme agama" atau "eksklusivisme institusi" yang merasa memiliki hak kontrol atas siapa yang layak diterima kembali.
Kekeliruan: Jika seorang berdosa harus mendapat persetujuan "Si Sulung" (denominasi) untuk diterima "Bapa", maka anugerah Tuhan telah dibajak oleh birokrasi manusia.
Risiko Bahaya: Ketika Gereja Menyimpang
Pandangan bahwa "keselamatan terikat pada institusi" menjadi sangat berbahaya ketika pimpinan atau doktrin gereja tersebut mulai menyimpang dari Alkitab.
(1) Penyimpangan Kolektif: Jika sebuah gereja lokal tidak lagi menjadikan Kristus sebagai pusat, maka secara rohani gereja itulah yang "keluar" dari Tubuh Kristus
Anda bisa melihat hal ini di kasus Jemaat Efesus dan Laodikia di Kitab Wahyu. Jemaat Efesus terancam diambil kaki diannya dan Jemaat Laodikia terancam dimuntahkan dari Tuhan (dikeluarkan dari tubuh Kristus).
Wahyu 2:5 (TB) Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat.
Wahyu 3:16 (TB) Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku.
(2) Ketaatan yang Buta: Jemaat yang sadar akan penyimpangan tersebut seringkali ditekan dengan label "sesat" atau "murtad" agar tidak keluar. Padahal, keluar dari sistem yang sesat untuk tetap setia kepada Kristus adalah tindakan iman, bukan kemurtadan.
Prinsip Utama: Kita harus menaati Allah lebih daripada manusia (Kisah Para Rasul 5:29).
Kisah Para Rasul 5:29 (TB) Tetapi Petrus dan rasul-rasul itu menjawab, katanya: "Kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia.
Orang yang lahir baru adalah milik Kristus secara kekal. Gereja lokal dan denominasi adalah wadah untuk bertumbuh dan melayani, namun wadah tersebut bukanlah sumber keselamatan itu sendiri.
Kesetiaan kita yang mutlak hanya ditujukan kepada Kristus. Jika institusi menuntut ketaatan yang setara dengan ketaatan kepada Tuhan, maka institusi tersebut telah jatuh pada penyembahan berhala terhadap organisasi.
"Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka." (Matius 18:20). Kehadiran Kristus ditentukan oleh Nama-Nya, bukan oleh legitimasi organisasi manusia.
Awan (Andreas Hermawan)

Komentar
Posting Komentar