Paskah yang Alkitabiah Adalah Hari Jumat, Bukan Minggu
Sudah tradisi yang dikenal di seluruh Indonesia bahwa Hari Paskah dirayakan di Hari Minggu, sedangkan yang di Hari Jumat disebut sebagai Jumat Agung. Tapi tahukah Anda bahwa hal ini tidaklah Alkitabiah?
Yang benar: Paskah di Hari Jumat, sedangkan yang di Hari Minggu seharusnya disebut dengan Hari Kebangkitan atau Minggu Kebangkitan.
Bagaimana dengan sebutan Easter Day yang biasanya disebut oleh orang-orang luar negeri?
Easter Day adalah Hari Rayanya agama pagan, bukan Kristen, jadi Minggu Kebangkitan juga tidak pantas sebagai Easter Day bagi umat yang menyebut dirinya Kristen.
Mari saya ajak Anda kupas prinsip Alkitabiahnya.
Waktu Penyembelihan Domba Paskah Sama dengan Kematian Yesus di Atas Salib
1. Waktu Penyembelihan dalam Kitab Keluaran
Dalam Keluaran 12:6, Tuhan memerintahkan agar anak domba Paskah disembelih pada waktu senja (dalam bahasa Ibrani: Beyn ha-arbayim, yang secara harfiah berarti "di antara dua petang").
Tafsir Yahudi (Abad Pertama): Menurut tradisi yang dicatat oleh sejarawan Flavius Josephus dan dalam Mishnah, "di antara dua petang" dipahami sebagai periode mulai dari matahari mulai terbenam (pukul 15.00) hingga matahari benar-benar hilang (pukul 18.00).
Puncak Ritual: Biasanya, penyembelihan domba di Bait Allah dimulai pada jam kesembilan, yaitu sekitar pukul 15.00.
2. Kronologi Penyaliban dan Kematian Yesus
Injil mencatat waktu yang sangat spesifik mengenai peristiwa di Kalvari:
- Penyaliban Dimulai: Injil Markus 15:25 mencatat bahwa Yesus disalibkan pada jam ketiga (sekitar pukul 09.00 pagi).
- Kegelapan: Kegelapan menutupi seluruh daerah itu mulai jam keenam (pukul 12.00 siang) sampai jam kesembilan (pukul 15.00 sore).
- Kematian Yesus: Matius 27:46-50, Markus 15:34-37, dan Lukas 23:44-46 semuanya mencatat bahwa pada jam kesembilan (pukul 15.00), Yesus berseru dengan suara nyaring, menyerahkan nyawa-Nya, dan mati.
Mengapa Hal Ini Penting secara Teologis?
Ketepatan waktu ini bukan sekadar kebetulan bagi para penulis Alkitab. Hal ini menunjukkan penggenapan nubuat:
- Anak Domba Allah: Pada saat yang sama ketika imam-imam di Bait Allah mulai menyembelih anak domba untuk menghapus (menutupi) dosa bangsa, Yesus—yang disebut Yohanes Pembaptis sebagai "Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia"—mengembuskan napas terakhir-Nya.
- Pengorbanan Sempurna: Kematian Yesus pada jam 15.00 menegaskan posisi-Nya sebagai penggenapan sejati dari ritual Paskah yang telah diperintahkan sejak zaman Musa.
Secara simbolis, saat tirai Bait Allah terbelah dua (yang terjadi sesaat setelah Yesus mati), itu menandakan bahwa melalui pengorbanan "Anak Domba" yang tepat waktu ini, akses kepada Allah telah terbuka bagi semua orang.
Jadi Hari Raya Paskah yang Alkitabiah adalah Hari Jumat, Bukan Minggu
Jika kita berpijak pada teks asli Alkitab dan kronologi Yahudi, penggunaan istilah "Paskah" untuk merujuk pada hari kebangkitan (Minggu) sebenarnya adalah sebuah pergeseran makna (semantik) yang jauh dari akar aslinya.
Berikut adalah alasan mengapa argumen bahwa "Jumat" adalah Paskah yang sebenarnya memiliki landasan yang kuat:
1. Etimologi Kata "Paskah" (Pesach/Pascha)
Kata Paskah berasal dari bahasa Ibrani Pesach yang berarti "melewati" (merujuk pada malaikat maut yang melewati rumah orang Israel di Mesir karena darah anak domba).
- Dalam Perjanjian Baru: Kata Yunani yang digunakan adalah Pascha. Setiap kali Alkitab menyebut "Paskah", itu selalu merujuk pada perjamuan makan domba atau hari penyembelihan domba.
- Penggenapan: Karena Yesus mati sebagai "Anak Domba Paskah" pada hari Jumat tersebut, maka secara Alkitabiah, hari Jumat itulah momen Paskah (Passover)-nya.
2. Bagaimana Tradisi Modern "Salah Istilah"?
Seiring berjalannya sejarah gereja, terjadi pemisahan istilah yang akhirnya mengaburkan makna aslinya:
- Jumat Agung (Good Friday): Istilah ini adalah nama tradisi yang muncul kemudian untuk mempermudah penyebutan hari dalam pekan suci. Nama ini bersifat deskriptif (mengenang kebaikan pengorbanan), namun menghilangkan identitas "Paskah" sebagai perayaan penggenapan hukum Taurat.
- Paskah (Easter/Minggu): Gereja modern (khususnya di Indonesia) menggunakan kata "Paskah" hampir secara eksklusif untuk Hari Kebangkitan. Padahal, Alkitab menyebut hari Minggu itu sebagai "Hari Pertama dalam Minggu itu" atau momen kebangkitan, bukan momen "Passover".
3. Dampak Penyimpangan Istilah Ini
Penyebutan "Jumat Agung" alih-alih "Hari Paskah" membuat banyak umat Kristen kehilangan koneksi mendalam antara:
- Darah Anak Domba di Mesir (Perjanjian Lama).
- Darah Yesus di Kayu Salib (Perjanjian Baru).
Jika kita menyebut hari Jumat sebagai "Hari Paskah", maka paralelisme antara hukum Taurat dan penggenapan oleh Kristus menjadi sangat jelas dan tidak terputus.
Sekarang mana yang Anda pilih: Ketetapan Allah, atau ketetapan manusia? Firman Allah atau tradisi manusia?
"Perintah Allah kamu tinggalkan untuk memegang adat istiadat manusia." - Markus 7:8
Awan (Andreas Hermawan)

Komentar
Posting Komentar