Materi Belajar Alkitab: Surga


Sebenarnya surga seperti apa yang ditawarkan Kristus Yesus?

Mayoritas orang Kristen apalagi Pendeta sangat percaya bahwa untuk bisa masuk surga itu harus jadi Kristen. Selain Kristen tidak akan masuk surga dan akan masuk neraka disiksa selamanya.

Dalam Materi Belajar Tentang Neraka sudah dijelaskan bahwa konsep neraka yang ada di Alkitab bukanlah seperti yang dipercaya oleh mayoritas Kristen.

Nah, sekarang kita bahas tentang Surga versi Yesus, dalam artian keselamatan sesudah kematian.


Ketemu Allah Sebagai Bapa

Surga versi Yesus adalah sesudah kematian, kita akan bertemu Allah di Kerajaan Surga sebagai Bapa kita, dan kita semua berkumpul di Kerajaan Surga sebagai keluarga Kerajaan Allah.

Yohanes 14:2-3: "Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal... Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada."

1 Yohanes 3:1-2 (TB)  Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia. Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya. 


Begini keadaan dan status kita saat masuk surga versi Yesus:


(1) Yesus Menawarkan Adopsi, Bukan Sekedar Diampuni Dosanya 

Status yang diselamatkan adalah sebagai anak Tuhan, bukan hanya umat Tuhan. Dosa-dosa kita diampuni tapi status kita juga diangkat, yaitu jadi anak-anak Allah Semesta Alam.

Galatia 4:6-7 (TB)  Dan karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru: "ya Abba, ya Bapa!" 

Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh Allah.


(2) Anak Tuhan Akan Diangkat dan Punya "Tubuh Fisik Super"

Semua anak Tuhan di akhir jaman akan memiliki tubuh baru yang tidak akan binasa, yang bisa menetap di Surga, sama seperti Kristus juga memiliki tubuh fisik "super" yang bisa di dimensi rendah (bumi) maupun dimensi tinggi (Surga).

Apa Anda ingat dengan peristiwa ketika Yesus terangkat ke surga di depan murid-muridNya? Pada saat itu, Dia terangkat dengan tubuh fisik kekal, bukan hanya roh tanpa tubuh. 

1 Korintus 15:40, 49, 51-52 (TB)  Ada tubuh sorgawi dan ada tubuh duniawi, tetapi kemuliaan tubuh sorgawi lain dari pada kemuliaan tubuh duniawi.

Sama seperti kita telah memakai rupa dari yang alamiah, demikian pula kita akan memakai rupa dari yang sorgawi.

Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia: kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah, 

dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah.

Konsep surga di kepercayaan lain adalah para penghuninya masuk ke surga tapi hanya roh/jiwanya saja, tanpa tubuh fisik super/kekal.


(3) Tidak Ada Perkawinan dan Kematian 

Berbeda dengan konsep surga yang ditawarkan oleh beberapa agama, di surga sudah tidak ada lagi kebutuhan biologis seperti seks dan juga tidak ada kematian, kekal seperti malaikat.

Lukas 20:35-36: "...mereka yang dianggap layak untuk mendapat bagian dalam dunia yang lain itu... tidak kawin dan tidak dikawinkan. Sebab mereka tidak dapat mati lagi; mereka sama seperti malaikat-malaikat..."


Surga Jenis Ini Hanya Di Dalam Yesus

Untuk bisa masuk surga dengan status sebagai anak (bukan hanya hamba atau umat saja), itu hanya bisa melalui Yesus saja, yang artinya kita jadi Kristen sejati.

Yohanes 3:16: "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal."

​Yohanes 14:6: "Kata Yesus kepadanya: 'Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.'"

​Yohanes 5:24: "Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup."

​Yohanes 11:25-26: "Jawab Yesus: 'Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya.'"


Dan syarat untuk bisa jadi anak Allah adalah bertobat dan dibaptis dalam Kristus, seperti tertulis dalam ayat-ayat berikut:

Yohanes 3:3 & 5 (TB) "Yesus menjawab, kata-Nya: 'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.' ... 'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.'"

​Lukas 13:3 (TB) "Tidak! kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian juga."

Markus 16:16 (TB) "Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum."

Kis 2: 38 (TB) Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus. 


Non-Kristen Juga Bisa Masuk Surga

Mayoritas pendeta beranggapan bahwa yang tidak percaya kepada Yesus tidak akan bisa masuk surga, padahal Alkitab Perjanjian Baru tidak pernah mengatakan demikian.


1. Hukum Nurani (Roma 2:14-16)

​Rasul Paulus menjelaskan bahwa orang-orang yang tidak memiliki Hukum Taurat (atau belum mendengar Injil) akan dihakimi berdasarkan "hukum" yang tertulis dalam hati mereka sendiri, yaitu suara hati (nurani).

​Roma 2:14-15: "Apabila bangsa-bangsa lain yang tidak memiliki hukum Taurat oleh dorongan diri sendiri melakukan apa yang dituntut hukum Taurat... mereka menunjukkan bahwa perbuatan hukum Taurat tertulis di dalam hati mereka dan suara hati mereka juga memberi kesaksian..."

​Maknanya: Tuhan bersikap adil. Bagi mereka yang tidak pernah mendapat kesempatan mendengar Injil, standar penghakimannya adalah bagaimana mereka merespons "terang" atau moralitas yang Tuhan tanamkan dalam hati nurani mereka.


2. Melakukan Kehendak Bapa (Matius 7:21)

​Yesus memberikan peringatan bahwa identitas agama atau sekadar memanggil nama-Nya tidak menjamin seseorang masuk surga jika perilakunya tidak sesuai dengan kehendak Allah.

​Matius 7:21: "Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga."

​Maknanya: Ini mengisyaratkan bahwa ketaatan pada kehendak Allah (kasih, keadilan, kebenaran) adalah inti yang dicari Tuhan, lebih dari sekadar pengakuan mulut.


​3. Penghakiman Domba dan Kambing (Matius 25:31-46)

​Dalam perumpamaan tentang penghakiman terakhir, Yesus memisahkan orang bukan berdasarkan label agama mereka, melainkan berdasarkan kasih yang mereka tunjukkan kepada sesama.

​Matius 25:40: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku."

​Maknanya: Banyak orang dalam perumpamaan ini terkejut karena mereka tidak sadar bahwa dengan menolong orang miskin atau sakit, mereka sebenarnya sedang melayani Tuhan. Ini sering disebut sebagai konsep "Anonymous Christian" atau orang yang mengikuti nilai-nilai Kristus tanpa mengenal nama-Nya.


4. Keadilan Tuhan atas "Terang" yang Diterima

​Ada prinsip dalam Alkitab bahwa tanggung jawab seseorang sebanding dengan apa yang telah diberikan kepadanya.

​Lukas 12:48: "Tetapi barangsiapa tidak tahu... ia akan menerima sedikit pukulan. Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut..."


5. Tapi Statusnya Bukan Anak

Dalam ayat-ayat yang sudah disebutkan di atas, status non-Kristen yang selamat bukanlah sebagai anak Tuhan karena mereka bukan pengikut Kristus. 

Galatia 3:26 (TB)  Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus. 


6. Masuk Surganya Tidak Pasti

Adalah susah untuk bisa dapat kepastian masuk surga jika mengandalkan perbuatan baik. Dengan memiliki status sebagai anak, maka kita mendapat kepastian.

Roma 8:17 (TB)  Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia. 


7. Tidak Sampai Kepada Bapa

Surga bagi non-Kristen adalah suatu area yang indah dan menyenangkan, tapi bukan di pusat surga yaitu Bapa.

Ibarat susunan area Bait Suci, area pelataran adalah area untuk non-Kristen sedangkan area Ruang Maha Kudus hanya bisa diakses oleh anak-anak Tuhan, "melalui" Kristus.

​Yohanes 14:6: "Kata Yesus kepadanya: 'Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.'"


"Jika non-Kristen juga bisa masuk surga, berarti tidak perlu penginjilan dong?"

Salah! Penginjilan sangat dibutuhkan karena dengan mengabarkan tentang Yesus, maka orang-orang yang menerimanya akan mengalami keselamatan di bumi maupun di surga.

Saking pentingnya penginjilan, Yesus menjadikannya Amanat Agung sebelum Dia terangkat ke surga (Mat 28:18-20). Penginjilan adalah perintah yang wajib kita lakukan sebagai Murid Yesus.

Selain itu, penginjilan membuat keselamatan itu pasti, ditambah status di surga adalah sebagai anak, bukan sekedar sebagai umat atau hamba.

Untuk hal ini dijelaskan dengan lebih detail di Materi Belajar Alkitab: Baptisan serta Penginjilan.


Kerajaan Surga

Jaman dulu, suatu negara itu memakai pemerintahan kerajaan. Yang namanya 'kingdom' atau kerajaan, artinya negara kerajaan yang secara geografis didalamnya ada propinsi, kota dan ibukota. Dan di dalam ibukota itu ada beberapa area pemukiman penduduk dimana pusatnya adalah istana kerajaan. 

Di dalam istana kerajaan ada raja, ratu, anak-anak raja, perdana menteri, menteri, panglima, prajurit, tukang masak, juru minum, pelayan, dan hamba-hamba istana lainnya.

Nah, Kerajaan Surga yang di akhirat itu seperti analogi ini. 

Orang-orang non-Kristen bisa masuk surga tapi tapi bukan di area istana. Bahkan di area istana pun yang ada bukan hanya Tuhan dan anak-anakNya, tapi juga malaikat-malaikatNya. 

Ibrani 1:14 (TB)  Bukankah mereka semua adalah roh-roh yang melayani, yang diutus untuk melayani mereka yang harus memperoleh keselamatan?

Pembaca, itulah Surga versi Yesus dan yang ditawarkanNya.

Bagaimana, apa Anda semangat jadi anak Allah dan ingin masuk ke area Istana Surga sebagai anakNya?

Awan (Andreas Hermawan)

Komentar

Postingan Populer