Materi Belajar Alkitab: Keilahian Yesus


​Dalam iman Kristen, Yesus bukan sekadar nabi atau guru moral yang baik. Ia adalah Tuhan yang menjadi manusia. 

Rasul Yohanes telah menjelaskannya dengan jelas di ayat berikut:

Yohanes 1:1-3, 10-12, 14, 17-18 (TB)  Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. 

Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. 

Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.

Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. 

Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 

Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;

Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus. 

Tidak seorang pun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya.


Alkitab menegaskan keilahian-Nya melalui beberapa aspek:

(1) Pra-eksistensi: Yesus Sudah Ada Sebelum Dunia Diciptakan

Yohanes 1:1 menyatakan, "Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah."

Yohanes 8:57-59 (TB)  Maka kata orang-orang Yahudi itu kepada-Nya: "Umur-Mu belum sampai lima puluh tahun dan Engkau telah melihat Abraham?" Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada." Lalu mereka mengambil batu untuk melempari Dia; tetapi Yesus menghilang dan meninggalkan Bait Allah. 

Yohanes 17:5: "Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada."

​Wahyu 1:8 (TB) "Aku adalah Alfa dan Omega, Firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa".

Wahyu 1:17-18 (TB) "Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir, dan Yang Hidup".

​Wahyu 22:13 (TB) "Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemuka, Yang Awal dan Yang Akhir."


(2) ​Pencipta: Segala Sesuatu Dijadikan Oleh Dia

Kolose 1:16-17 (TB)  karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia. 


(3) Otoritas yang Hanya Milik Allah

​Yesus menunjukkan keilahian-Nya dengan melakukan dan mengatakan hal-hal yang merupakan hak prerogatif Allah.

a. ​Mengampuni Dosa: Kepada orang lumpuh di Markus 2:5, Ia berkata, "Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!" Ahli Taurat bergumam bahwa hanya Allah yang bisa mengampuni dosa, dan Yesus membuktikannya dengan menyembuhkan orang itu.

b. Hakim Seluruh Dunia: "Bapa tidak menghakimi siapapun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak." (Yohanes 5:22).

c. ​Menerima Penyembahan: 

Dalam Matius 28:18, Yesus berkata, "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi." Ia juga menerima penyembahan dari Tomas yang berseru, "Ya Tuhanku dan Allahku!" (Yohanes 20:28) tanpa menegurnya, yang berarti Ia membenarkan sebutan itu.

 

Pada saat murid-muridNya di perahu melihat mujizat Yesus, mereka menyembahNya.

Matius 14:33 (TB)  Dan orang-orang yang ada di perahu menyembah Dia, katanya: "Sesungguhnya Engkau Anak Allah." 


Sebelum Yesus terangkat ke surga, murid-muridNya menyembahnya sebagai Mesias, Anak Allah, tapi beberapa orang ragu-ragu. Jika penyembahan ini salah, Yesus pasti tidak akan menerimanya, tapi yang terjadi adalah Ia membiarkannya.

Matius 28:17 (TB)  Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu. 


Beda lagi dimana malaikat yang menemui Yohanes menolak untuk disembah oleh Yohanes karena ia bukan Allah.

Wahyu 22:8-9 (TB)  Dan aku, Yohanes, akulah yang telah mendengar dan melihat semuanya itu. Dan setelah aku mendengar dan melihatnya, aku tersungkur di depan kaki malaikat, yang telah menunjukkan semuanya itu kepadaku, untuk menyembahnya. 

Tetapi ia berkata kepadaku: "Jangan berbuat demikian! Aku adalah hamba, sama seperti engkau dan saudara-saudaramu, para nabi dan semua mereka yang menuruti segala perkataan kitab ini. Sembahlah Allah!"


Sedangkan Yesus yang adalah Anak Domba Allah menerima sembah.

Wahyu 5:13-14 (TB)  Dan aku mendengar semua makhluk yang di sorga dan yang di bumi dan yang di bawah bumi dan yang di laut dan semua yang ada di dalamnya, berkata: "Bagi Dia yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba, adalah puji-pujian dan hormat dan kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya!" Dan keempat makhluk itu berkata: "Amin". Dan tua-tua itu jatuh tersungkur dan menyembah. 


(4) Yesus menyamakan diriNya dengan Allah

Yohanes 10:30-36 (TB)  Aku dan Bapa adalah satu."

Sekali lagi orang-orang Yahudi mengambil batu untuk melempari Yesus. 

Kata Yesus kepada mereka: "Banyak pekerjaan baik yang berasal dari Bapa-Ku yang Kuperlihatkan kepadamu; pekerjaan manakah di antaranya yang menyebabkan kamu mau melempari Aku?"

Jawab orang-orang Yahudi itu: "Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah."  

Kata Yesus kepada mereka: "Tidakkah ada tertulis dalam kitab Taurat kamu: Aku telah berfirman: Kamu adalah allah? 

Jikalau mereka, kepada siapa firman itu disampaikan, disebut allah — sedang Kitab Suci tidak dapat dibatalkan —,

masihkah kamu berkata kepada Dia yang dikuduskan oleh Bapa dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia: Engkau menghujat Allah! Karena Aku telah berkata: Aku Anak Allah?


Matius 26:63-65 (TB)  Tetapi Yesus tetap diam. Lalu kata Imam Besar itu kepada-Nya: "Demi Allah yang hidup, katakanlah kepada kami, apakah Engkau Mesias, Anak Allah, atau tidak."

Jawab Yesus: "Engkau telah mengatakannya. Akan tetapi, Aku berkata kepadamu, mulai sekarang kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di atas awan-awan di langit." 

Maka Imam Besar itu mengoyakkan pakaiannya dan berkata: "Ia menghujat Allah. Untuk apa kita perlu saksi lagi? Sekarang telah kamu dengar hujat-Nya. 

Konteks: Pernyataan ini membuat Imam Besar mengoyakkan pakaiannya dan menuduh Yesus menghujat Allah, karena Yesus mengklaim diri sebagai figur ilahi di Daniel 7.

Anak Manusia: Gelar yang paling sering Yesus gunakan untuk diri-Nya sendiri, merujuk pada figur surgawi dalam Daniel 7:13-14 yang menerima kekuasaan kekal.

Daniel 7:13-14 (TB)  Aku terus melihat dalam penglihatan malam itu, tampak datang dengan awan-awan dari langit seorang seperti anak manusia; datanglah ia kepada Yang Lanjut Usianya itu, dan ia dibawa ke hadapan-Nya. Lalu diberikan kepadanya kekuasaan dan kemuliaan dan kekuasaan sebagai raja, maka orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa mengabdi kepadanya. Kekuasaannya ialah kekuasaan yang kekal, yang tidak akan lenyap, dan kerajaannya ialah kerajaan yang tidak akan musnah.  


(5) Mujizat Yesus

Selama masa pelayanan-Nya di dunia, Yesus melakukan banyak mujizat yang membuktikan kuasa-Nya atas alam semesta, penyakit, roh jahat, bahkan maut.

a. Mujizat Atas Alam

  • ​Mengubah air menjadi anggur: Yohanes 2:1-11
  • ​Meredakan angin ribut: Matius 8:23-27; Markus 4:35-41; Lukas 8:22-25
  • ​Berjalan di atas air: Matius 14:22-33; Markus 6:45-52; Yohanes 6:16-21
  • ​Memberi makan 5.000 orang: Matius 14:13-21; Markus 6:30-44; Lukas 9:10-17; Yohanes 6:1-15
  • ​Memberi makan 4.000 orang: Matius 15:32-39; Markus 8:1-10
  • ​Tangkapan ikan yang melimpah: Lukas 5:1-11; Yohanes 21:1-14
  • ​Pohon ara yang kering: Matius 21:18-22; Markus 11:12-14, 20-24
  • ​Uang di mulut ikan: Matius 17:24-27


​b. Mujizat Penyembuhan

  • ​Menyembuhkan orang kusta: Matius 8:1-4; Markus 1:40-45; Lukas 5:12-16
  • ​Menyembuhkan hamba perwira: Matius 8:5-13; Lukas 7:1-10
  • ​Menyembuhkan ibu mertua Petrus: Matius 8:14-15; Markus 1:29-31; Lukas 4:38-39
  • ​Menyembuhkan orang lumpuh di Kapernaum: Matius 9:1-8; Markus 2:1-12; Lukas 5:17-26
  • ​Wanita yang sakit pendarahan: Matius 9:20-22; Markus 5:25-34; Lukas 8:43-48
  • ​Dua orang buta di Galilea: Matius 9:27-31
  • ​Orang lumpuh di kolam Betesda: Yohanes 5:1-15
  • ​Orang yang mati sebelah tangannya: Matius 12:9-13; Markus 3:1-6; Lukas 6:6-11
  • ​Mencelikkan mata Bartimeus: Matius 20:29-34; Markus 10:46-52; Lukas 18:35-43
  • ​Orang buta sejak lahir: Yohanes 9:1-7
  • ​Menyembuhkan sepuluh orang kusta: Lukas 17:11-19
  • ​Menyembuhkan telinga hamba Imam Besar: Lukas 22:50-51


​c. Mujizat Pengusiran Roh Jahat

  • ​Orang kerasukan di rumah ibadat: Markus 1:21-28; Lukas 4:31-37
  • ​Orang Gerasa yang kerasukan Legion: Matius 8:28-34; Markus 5:1-20; Lukas 8:26-39
  • ​Anak muda yang kerasukan: Matius 17:14-21; Markus 9:14-29; Lukas 9:37-43
  • ​Orang bisu yang kerasukan: Matius 9:32-34


​d. Mujizat Pembangkitan Orang Mati

  • ​Anak janda di Nain: Lukas 7:11-17
  • ​Putri Yairus: Matius 9:18-26; Markus 5:21-43; Lukas 8:40-56
  • ​Lazarus: Yohanes 11:1-44


MENGAPA DATANG SEBAGAI MANUSIA YANG LEMAH DAN MISKIN?

​Ini adalah pertanyaan besar: Mengapa Sang Pencipta alam semesta memilih lahir di palungan hewan, bukan di istana kerajaan? Mengapa Dia membiarkan diriNya dihina, dihajar, dan disalibkan?


​(1) Untuk Menjadi "Imam Besar" yang Empati

​Agar Ia dapat merasakan penderitaan kita secara nyata. Ibrani 4:15 menjelaskan bahwa kita mempunyai Imam Besar yang dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, karena Ia telah dicobai dalam segala hal, sama seperti kita, hanya saja Ia tidak berbuat dosa.

Ibrani 4:14-15 (TB)  Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita. Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.


​(2) Misi Penebusan (Hamba yang Menderita)

​Sesuai nubuat Nabi Yesaya, Mesias harus datang sebagai "Hamba yang Menderita" (Yesaya 53). Keselamatan manusia bukan dicapai melalui penaklukan militer atau kekayaan materi, melainkan melalui pengorbanan diri. Kematian-Nya di salib memerlukan tubuh yang bisa menderita dan mati.


​(3) Menjungkirbalikkan Standar Dunia

​Dunia memuja kekuasaan, kekayaan, dan status. Yesus datang untuk menunjukkan bahwa di dalam Kerajaan Allah, yang terbesar adalah yang melayani.

Matius 20:25-28 (TB)  Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata: "Kamu tahu, bahwa pemerintah-pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi dan pembesar-pembesar menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka. Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu; sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang."

Filipi 2:6-8 (TB)  yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.


(4) Karena Yang DItebus Adalah Manusia

Yesus harus turun ke dunia menjadi manusia karena yang ia tebus adalah manusia, bukan malaikat. Ia menggantikan hukuman dosa manusia, maka ia harus berwujud manusia juga.

Ibrani 2:14-18 (TB)  Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut;

dan supaya dengan jalan demikian Ia membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut.

Sebab sesungguhnya, bukan malaikat-malaikat yang Ia kasihani, tetapi keturunan Abraham yang Ia kasihani. 

Itulah sebabnya, maka dalam segala hal Ia harus disamakan dengan saudara-saudara-Nya, supaya Ia menjadi Imam Besar yang menaruh belas kasihan dan yang setia kepada Allah untuk mendamaikan dosa seluruh bangsa.

Sebab oleh karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai. 


(5) Bukan Setengah Dewa

Alkitab menunjukkan bahwa Yesus tidak "setengah Allah" atau "setengah manusia", melainkan sepenuhnya memiliki kedua kodrat tersebut secara bersamaan.

Yohanes 1:1, 14 (TB)  Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah...Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

Kolose 2:9: "Sebab dalam Dialah seluruh kepenuhan keilahian diam secara badaniah."

Jadi jika ada yang mengatakan bahwa Yesus hanya seorang nabi, guru besar atau manusia biasa, itu semua adalah salah.

Awan (Andreas Hermawan) 

Komentar

Postingan Populer