Materi Belajar Alkitab: Puasa
Dalam bahasa Ibrani, kata puasa adalah tsom, dan dalam bahasa Yunani adalah nesteia, yang keduanya berarti "tidak makan". Secara Alkitabiah, puasa adalah tindakan merendahkan diri di hadapan Tuhan dengan berpantang makanan/minuman untuk tujuan rohani tertentu.
Dalam Matius 6:16-18, Yesus memberikan instruksi tentang bagaimana berpuasa, bukan jika berpuasa. Ini menunjukkan bahwa puasa adalah praktik yang diharapkan dilakukan oleh orang percaya.
Matius 6:16-18 (TB) "Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.
Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu,
supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu."
Dalam Yesaya 58:3-9, menjelaskan hakikat puasa yang dikehendaki Tuhan, bukan sekadar ritual, tapi berdampak pada keadilan sosial.
Yesaya 58:3-9 (TB) "Mengapa kami berpuasa dan Engkau tidak memperhatikannya juga? Mengapa kami merendahkan diri dan Engkau tidak mengindahkannya juga?" Sesungguhnya, pada hari puasamu engkau masih tetap mengurus urusanmu, dan kamu mendesak-desak semua buruhmu.
Sesungguhnya, kamu berpuasa sambil berbantah dan berkelahi serta memukul dengan tinju dengan tidak semena-mena. Dengan caramu berpuasa seperti sekarang ini suaramu tidak akan didengar di tempat tinggi.
Sungguh-sungguh inikah berpuasa yang Kukehendaki, dan mengadakan hari merendahkan diri, jika engkau menundukkan kepala seperti gelagah dan membentangkan kain karung dan abu sebagai lapik tidur? Sungguh-sungguh itukah yang kausebutkan berpuasa, mengadakan hari yang berkenan pada TUHAN?
Bukan! Berpuasa yang Kukehendaki, ialah supaya engkau membuka belenggu-belenggu kelaliman, dan melepaskan tali-tali kuk, supaya engkau memerdekakan orang yang teraniaya dan mematahkan setiap kuk,
supaya engkau memecah-mecah rotimu bagi orang yang lapar dan membawa ke rumahmu orang miskin yang tak punya rumah, dan apabila engkau melihat orang telanjang, supaya engkau memberi dia pakaian dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri!
Pada waktu itulah terangmu akan merekah seperti fajar dan lukamu akan pulih dengan segera; kebenaran menjadi barisan depanmu dan kemuliaan TUHAN barisan belakangmu.
Pada waktu itulah engkau akan memanggil dan TUHAN akan menjawab, engkau akan berteriak minta tolong dan Ia akan berkata: Ini Aku! Apabila engkau tidak lagi mengenakan kuk kepada sesamamu dan tidak lagi menunjuk-nunjuk orang dengan jari dan memfitnah,
Tujuan Puasa dalam Alkitab
Mengapa orang Kristen berpuasa? Alkitab mencatat beberapa alasan utama:
- Merendahkan Diri di Hadapan Tuhan: Mengakui ketergantungan penuh kita kepada-Nya (Mazmur 35:13).
- Mencari Kehendak Tuhan: Mencari petunjuk saat menghadapi keputusan besar (Kisah Para Rasul 13:2-3).
- Pertobatan dan Penyesalan: Menunjukkan kesedihan atas dosa (Yoel 2:12-13).
- Memohon Perlindungan atau Kelepasan: Seperti yang dilakukan ratu Ester saat bangsanya terancam (Ester 4:16).
- Persiapan Melayani: Yesus berpuasa sebelum memulai pelayanan publik-Nya (Matius 4:1-2).
Jenis-Jenis Puasa dalam Alkitab
Ada beberapa cara puasa yang dipraktikkan oleh tokoh-tokoh Alkitab:
- Puasa Biasa: Tidak makan, tetapi tetap minum air (Lukas 4:2).
- Puasa Penuh (Total): Tidak makan dan tidak minum sama sekali (Ester 4:16; Kisah Para Rasul 9:9).
- Puasa Sebagian (Puasa Daniel): Berpantang pada makanan tertentu yang lezat dan hanya makan sayuran atau makanan sederhana (Daniel 10:2-3).
Puasa yang Salah = Sia-sia
Yesus memberikan peringatan keras dalam Matius 6:16-18 agar kita tidak terjebak dalam:
- Pamer (Sok Suci): Mengubah wajah menjadi kusam agar orang tahu kita sedang berpuasa.
- Ritualisme Kosong: Puasa tanpa adanya perubahan hati atau tindakan kasih tidak akan didengar Tuhan. (Yesaya 58).
Poin Penting: Puasa tidak mengubah Tuhan, tetapi puasa mengubah kita agar lebih peka terhadap suara Tuhan.
Tips Praktis Memulai Puasa
Jika Anda baru ingin memulai praktik ini:
- Mulai dari yang Kecil: Misalnya, berpuasa dengan hanya satu kali makan (sarapan atau makan siang saja).
- Tetapkan Tujuan: Apa yang sedang Anda doakan secara khusus selama puasa ini?
- Isi dengan Firman & Doa: Saat rasa lapar datang, gunakan waktu tersebut untuk membaca Alkitab atau berdoa, bukan sekadar "menunggu waktu buka".
- Fokus kerohanian, matikan kedagingan: Dengan melakukan hal-hal yang menyenangkan hati Tuhan serta tidak melakukan hal-hal yang bersifat kedagingan apalagi dosa, ini lebih disuka Tuhan, termasuk Anda melakukan perbuatan baik untuk yang membutuhkan.
- Perhatikan Kondisi Fisik: Jika Anda memiliki kondisi medis tertentu, konsultasikan dengan dokter dan pertimbangkan puasa sebagian (seperti puasa Daniel).
Tanya dalam hati dan bawa dalam doa hal-hal di bawah ini...
Apa motivasi utama saya saat ingin mulai berpuasa?
Apakah ada hal lain (selain makanan) yang saat ini menghalangi hubungan saya dengan Tuhan yang mungkin perlu saya "puasakan" (misalnya: media sosial, hobi berlebih)?
Awan (Andreas Hermawan)

Komentar
Posting Komentar